Seorang wisatawan tewas setelah jatuh dari tebing di Pantai Semeti, Lombok belum lama ini. Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar, mendesak Dinas Pariwisata (Dispar) setempat untuk segera membuat pagar pembatas dan plang imbauan di sana.
Pantai Semeti, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat menjadi perhatian setelah Sabila, wisatawan perempuan dari Sekotong, meninggal pada Minggu (2/8/2026). Dia terjatuh dari tebing saat berfoto bersama rekan-rekannya.
"Ini sudah dari dulu kami sampaikan kepada pihak desa, polsek maupun pemerintah daerah. Bahkan saat saya masih di Komisi II sudah kami ingatkan agar tidak ada korban lagi di sana," kata Akhyar kepada detikBali, dikutip Selasa (4/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan medan yang sangat curam dan penuh dengan bebatuan. Seharusnya Dispar sejak awal memikirkan bagaimana membuat aturan standar aman untuk berwisata di Pantai Semeti. Setidaknya kata dia, barangnya dibuat dengan pagar sederhana dan plang plat besi biasa.
"Paling tidak kan pagar pakai tali atau pulangnya pake plat besi biasa yang dibuatkan peringatan seperti yang ada di rambu-rambu jalan itu," kata dia.
Dia menilai pemda sengaja tutup mata kendati berulang kali ada korban di pantai itu. Dia khawatir jika kondisi itu diabaikan maka akan muncul korban baru di lokasi itu.
"Tapi kalau sudah kami buatkan imbauan, pagar pembatas sebagai standar aman wisatawan tetapi mereka ngeyel. Ya kami tidak bisa larang lagi. Tapi setidaknya dalam hal ini pemerintah sudah hadir memberikan peringatan," kata dia.
DPRD dari daerah pemilihan (dapil) IV itu mendorong dinas terkait untuk segera memikirkan solusi standar keamanan berwisata di Pantai Semeti dan Pantai Telawas. Akhyar pun mengaku sangat terbuka untuk berdiskusi untuk skema penganggaran.
"Paling tidak pikirkan dulu lah solusinya. Kalau soal yang lain-lain (anggaran) kan bisa dibicarakan nanti," kata dia.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA