Tiga singa betina di Zoological Park, Tokyo, mati. Ketiganya diduga akibat heat stroke setelah gelombang panas ekstrem melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Cuaca panas berkepanjangan juga membuat sejumlah singa lain jatuh sakit dan harus mendapat perawatan. Mengutip The Japan News, Selasa (4/8/2026) ketiga singa itu mati secara bertahap antara Selasa hingga Minggu. Tiga singa itu berumur antara 3 hingga 15 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil nekropsi menunjukkan ketiganya mengalami dehidrasi berat dan kegagalan fungsi banyak organ. Pengelola kebun binatang menduga heat stroke menjadi penyebab kematian satwa tersebut.
Hingga Juli 2026, Tama Zoological Park memiliki 16 ekor singa, terdiri dari lima jantan dan 11 betina dengan usia antara 1 hingga 20 tahun.
Gelombang panas yang mulai melanda sejak pertengahan Juli turut berdampak pada kondisi kesehatan satwa. Sebanyak 10 ekor singa mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi kurang aktif sehingga harus menjalani perawatan medis.
Karena kondisi para singa terus memburuk, pihak kebun binatang menutup sementara area kandang singa untuk pengunjung sejak 23 Juli. Saat ini, satu singa betina dan dua singa jantan masih dalam kondisi lemah dan terus mendapat penanganan dari tim dokter hewan.
Tama Zoological Park telah memelihara dan memamerkan singa sejak 1964. Namun, pihak pengelola menyebut kejadian kali ini menjadi yang pertama, di mana singa diduga mati akibat cuaca panas ekstrem.
"Belum pernah ada kasus singa mati akibat cuaca panas di Tama Zoological Park," kata seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030