Seekor burung merak hijau ditemukan dalam kondisi lemas kelaparan oleh warga. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja langsung datang mengevakuasi.
Burung merak itu sempat berkeliaran di sekitar kandang ayam milik warga di Pajangan, Bantul sebelum akhirnya ditangkap.
Humas BKSDA Jogja, Desy Rachmawati mengatakan awalnya warga Pajangan lapor menemukan seekor burung merak di sekitar kandang ayam, Kamis (30/7). Saat ditemukan, burung merak itu dalam kondisi lemas dan diduga mengalami kelaparan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena khawatir terhadap kondisinya, warga kemudian mengamankan burung merak serta memberikan makanan dan minuman," katanya saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Setelah itu, warga melaporkan temuannya kepada BKSDA Jogja. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Jogja melalui Resor KSDA Wilayah Bantul segera melakukan koordinasi dan menerjunkan tim ke lokasi untuk mengevakuasi burung merak itu.
"Akhirnya hari Sabtu (1/8) BKSDA Jogja mengevakuasi burung merak itu," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, burung merak itu termasuk jenis burung merak hijau atau Pavo Muticus. Sedangkan jenis kelamin burung tersebut adalah jantan.
"Saat ini, burung merak hijau tersebut berada di Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan oleh dokter hewan serta petugas BKSDA Jogja," ucapnya.
Perawatan dilakukan untuk memastikan kondisi satwa pulih sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya. Terkait asal usul burung merak hijau itu, berdasarkan informasi dari warga, Desy menyebut jika burung merak hijau jantan tersebut merupakan satwa liar yang masuk ke area pemukiman warga.
"Tapi hingga saat ini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa burung merak itu merupakan satwa peliharaan atau satwa lepasan dari masyarakat. Karena itu BKSDA Jogja tetap melakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi satwa," katanya.
---------
Artikel ini telah naik di detikJogja.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA