Terpopuler: Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa

Tim detikTravel - detikTravel
Senin, 10 Agu 2026 09:23 WIB
Perbedaan bahasa Indonesia-Malaysia yang mengundang tawa
Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Jakarta -

Meski masih dalam satu rumpun bangsa, tetapi Malaysia dan Indonesia berbeda dari segi bahasa. Terkadang, perbedaan ini mengundang tawa bagi turis Indonesia.
Itu karena bagi penutur bahasa Indonesia, kata-kata dalam bahasa Malaysia ini akan terbaca dan terdengar lucu, serta tidak lazim dalam bahasa Indonesia.

Contohnya sign yang tertera di toilet, yaitu Orang Kurang Upaya. Dalam bahasa Malaysia, Orang Kurang Upaya merupakan penyandang disabilitas. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Orang Kurang Upaya adalah orang yang kurang dalam berusaha.

Contoh lain, dalam bahasa Malaysia Dinas Pemadam Kebakaran adalah Balai Bomba dan Penyelamat. Sedangkan Pengurup Wang adalah istilah Malaysia untuk Money Changer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atau Cermin Kecemasan yang ternyata adalah emergency exit dalam bahasa Malaysia. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, cermin kecemasan adalah cermin yang membuat cemas.

Tim detikTravel juga sempat melihat sign Pusat Persolekan di kawasan Bukit Bintang. Ternyata, dalam bahasa Indonesia itu artinya Salon Kecantikan.

ADVERTISEMENT

Di Malaysia, terutama Kuala Lumpur, turis dari Indonesia akan banyak melihat bus dengan tulisan Bas Persiaran lalu lalang. Ternyata bas persiaran itu adalah bus pariwisata.

Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Minggu (9/8/2026). Baca artikel populer lainnya di bawah ini:



(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads