Negara-negara ini akan Melihat Gerhana Matahari Tanggal 12 Agustus

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Negara-negara ini akan Melihat Gerhana Matahari Tanggal 12 Agustus

Bonauli - detikTravel
Senin, 10 Agu 2026 12:06 WIB
Gerhana Matahari Total
Foto: NASA
Jakarta -

Gerhana matahari total akan kembali terjadi di tahun ini. Tak semua negara bisa melihatnya, ini 5 negara yang beruntung.

Pada tanggal 12 Agustus 2026, berbagai fenomena astronomi akan terlihat di langit. Mulai dari gerhana Matahari total, hujan meteor Perseid, Venus mencapai posisi terbaik untuk diamati, hingga gerhana Bulan akan dapat dinkmati.

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga korona Matahari tampak jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini akan semakin istimewa karena adanya hujan meteor yang mencapai puncaknya serta parade enam planet, sehingga menghadirkan astronomi yang sangat langka.

Gerhana matahari total akan dimulai dekat Kutub Utara sebelum bayangan inti (umbra) bergerak ke arah selatan menempuh lintasan sepanjang sekitar 8.260 km dalam waktu sekitar satu setengah jam.

ADVERTISEMENT

Sebagian besar jalurnya berada di atas Samudra Atlantik yang jauh dari daratan. Durasi totalitas terlama mencapai sekitar dua menit 18 detik di lepas pantai barat Islandia. Setelah itu, bayangan bulan bergerak menuju sebagian kecil wilayah Portugal dan kemudian melintasi Spanyol.

Warga Spanyol mendapat kesempatan untuk menikmati gerhana matahari total selama sekitar satu menit. Hal ini dikarenakan posisi matahari semakin rendah mendekati cakrawala, seperti dikutip dai The Independent UK, Senin (10/8/2026).

Meski hanya satu menit, namun ini adalah sebuah kebahagiaan bagi Spanyol. Negeri Matador mengalami gerhana matahari total 121 tahun lalu. Lintasannya sangat mirip dengan gerhana tahun ini.

Gerhana kemudian berakhir di kawasan Laut Mediterania. Beberapa negara dapat menyaksikan gerhana sebagian, mulai dari Alaska, Kanada, Afrika bagian barat, serta wilayah utara Amerika Serikat.

Sayangnya, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.

Fenomena yang paling dinantikan selanjutnya adalah hujan meteor Perseid, salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus, tetapi mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus.

Dalam kondisi langit ideal, hujan meteor ini dapat menghasilkan hingga 60 meteor per jam. Tahun ini menjadi waktu yang sangat baik untuk mengamatinya karena puncak Perseid bertepatan dengan fase Bulan baru sehingga tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.

Kemudian pada 15 Agustus, Venus mencapai elongasi timur terbesar, yakni sekitar 45,9 derajat dari Matahari. Ini merupakan waktu terbaik sepanjang tahun untuk mengamati Venus karena planet tersebut akan berada paling tinggi di langit barat setelah Matahari terbenam. Venus akan tampak sebagai objek paling terang setelah Matahari dan Bulan.

Fenomena terakhir adalah gerhana bulan sebagian yang jatuh pada tanggal 28 Agutus. Fenomena ini berlangsung ketika hanya sebagian Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga sebagian permukaan Bulan tampak menggelap.

Gerhana ini dapat diamati dari sebagian besar Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta sebagian besar wilayah Eropa dan Afrika.

Sama seperti gerhana Matahari total 12 Agustus, gerhana Bulan sebagian 28 Agustus juga tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena lintasan dan wilayah keterlihatannya berada di belahan Bumi lain.



(bnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads