Bukannya Gemas, Kebanyakan Kelinci di Pulau Ini Meresahkan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukannya Gemas, Kebanyakan Kelinci di Pulau Ini Meresahkan

Bonauli - detikTravel
Selasa, 11 Agu 2026 06:15 WIB
Pulau Okunoshima dikenal sebagai pulau kelinci. Pasalnya pulau yang berada di kawasan Jepang itu dihuni oleh ribuan kelinci. Penasaran?
Foto: Getty Images/Chris McGrath
Tokyo -

Pulau Okunoshima atau Pulau Kelinci di Jepang mulai membuat peneliti resah. Populasi kelinci meningkat terus, ada bahaya predator yang membayangi.

Siapa pun yang menginjakkan kaki di Pulau Kelinci pasti dibuat gemas melihat ribuan kelinci hidup liar di sana. Turis bebas untuk berinteraksi langsung dengan kelinci-kelinci dan memberi makan.

Namun, kebiasaan memberi makan yang dilakukan oleh turis berbuah petaka. Populasi kelinci makin meningkat dan sampah makanan berserak di mana-mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Popular Science, pemberian makanan secara terus-menerus dari pengunjung mungkin akan membuat Pulau Kelinci kelebihan kapasitas.

ADVERTISEMENT

Para peneliti mencatat adanya "garis kelinci" yang terlihat di beberapa bagian pulau, di mana vegetasi telah habis dimakan oleh kelinci.

Tak hanya itu, studi yang diterbitkan dalam Journal of Ecotourism ini juga menemukan bahwa babi hutan, gagak, dan elang hitam memakan sisa-sisa makanan kelinci yang dibuang. Bahkan, mulai memburu kelinci hidup.

"Ketika kami pertama kali mendengar bahwa seekor babi hutan memangsa kelinci hidup, kami terkejut," kata Shingo Kaneko, salah satu penulis studi dan ahli ekologi Universitas Fukushima.

Temuan ini menunjukkan bagaimana pasokan makanan yang stabil dari manusia dapat berdampak pada suatu habitat, mengubah perilaku hewan, tingkat populasi, dan hubungan predator-mangsa.

"Babi hutan dikenal memakan bangkai hewan, tetapi umumnya tidak dianggap sebagai hewan yang secara aktif berburu mangsa hidup," tambahnya.

Jika hewan menjadi bergantung pada wisatawan atau dipaksa untuk berinteraksi secara tidak alami dengan spesies lain, pejabat setempat mungkin akan menghadapi biaya pengelolaan yang lebih tinggi, kerusakan vegetasi, dan lingkungan yang kurang stabil bagi satwa liar dan pengunjung.

Menurut penulis studi, pariwisata yang dibangun di sekitar pemberian makan satwa liar memengaruhi beberapa bagian ekologi Okunoshima sekaligus.

"Makanan yang ditinggalkan oleh wisatawan dapat menarik babi hutan ke daerah yang banyak dihuni kelinci. Kepadatan kelinci yang tinggi dapat meningkatkan ketersediaan bangkai kelinci dan juga dapat menyebabkan seringnya pertemuan antara kedua spesies tersebut," jelas Kaneko.

Untuk mengurangi risiko gangguan lebih lanjut, para peneliti merekomendasikan aturan yang lebih ketat tentang pemberian makan, pemantauan jumlah kelinci yang berkelanjutan, dan studi vegetasi. Mereka juga mengatakan bahwa edukasi baik kepada wisatawan maupun pejabat publik dapat membantu menciptakan perlindungan yang lebih kuat bagi satwa liar di pulau tersebut.

Pulau Okunoshima adalah sebuah pulau kecil seluas 4 km yang terletak di Laut Pedalaman Seto, Prefektur Hiroshima, Jepang. Untuk menuju ke Pulau Okunoshima, pengunjung harus menggunakan kapal feri atau kapal penumpang cepat dari Pelabuhan Tadanoumi dengan tarif 360 yen (Rp 80 ribuan) untuk sekali jalan atau 720 yen (Rp 81 ribuan) untuk tiket pulang-pergi.



(bnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads