Aksi nekat turis asal China mengendarai sepeda motor di atas gerbang batu vulkanik To Vo, Pulau Ly Son, Vietnam, bikin geger. Pria 30 tahun itu pun dipanggil pejabat setempat dan mendapat teguran keras.
Video aksi turis China itu viral di media sosial. Saat dimintai keterangan pria tersebut berkilah tidak memahami tanda peringatan larangan memanjat yang terpasang di lokasi lantaran tidak bisa berbahasa Vietnam maupun bahasa Inggris.
"Saya melihat formasi batuan itu sangat indah dan hanya ingin berada lebih dekat untuk melihatnya. Saya benar-benar minta maaf," kata turis tersebut saat diperiksa, dikutip dari VN Express, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas setempat memutuskan untuk meminta pria tersebut menandatangani surat pernyataan janji tidak akan mengulangi perbuatannya.
To Vo, yang terletak di sisi barat Big Island, memiliki panjang sembilan meter dan tinggi 2,5 meter dengan celah di bagian bawah tempat ombak menerpa pasir.
Formasi batu iitu terbentuk akibat letusan gunung berapi puluhan juta tahun lalu dan terkikis oleh perubahan permukaan laut selama 6.000 tahun terakhir, hingga akhirnya ditetapkan sebagai situs warisan nasional pada 2025.
Insiden tersebut mempertegas tantangan besar dalam menjaga keutuhan salah satu keajaiban geologis unik milik Vietnam tersebut.
Untuk melindungi struktur batuan yang rapuh sekaligus mencegah kecelakaan, otoritas setempat sebenarnya telah melarang aktivitas memanjat di atas gerbang batu dan memasang papan peringatan sejak April lalu. Namun, aksi pelanggaran dilaporkan masih kerap terjadi.
Pada Juli lalu, beberapa rombongan turis juga terlihat memanjat ke atas gerbang batu untuk berfoto, mengabaikan papan larangan serta teguran dari warga sekitar.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Informasi Ly Son, Vo Thi Huong, mengatakan bahwa situs-situs wisata di pulau tersebut belum memiliki petugas keamanan permanen, sehingga pengawasan masih sangat bergantung pada kesadaran para pengunjung. Selain itu, belum ada regulasi hukum yang mengatur sanksi denda bagi para pelanggar.
Menanggapi masalah ini, Pemerintah Kawasan Khusus Ly Son tengah mengambil langkah penataan kawasan, termasuk proyek infrastruktur yang dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.
Proyek tersebut bakal menetapkan jalur khusus wisatawan serta menempatkan tim pengelola permanen untuk menjaga dan melindungi situs bersejarah tersebut secara ketat.










































