Jagat maya heboh setelah selebritis Jessica Mila mengunggah aktivitas liburan di kawasan Labuan Bajo. Usai kemunculan itu, netizen pun geram.
Geramnya netizen bukan tanpa sebab. Jessica liburan saat aktivitas pelayaran dan wisata ke Pulau Komodo serta Pulau Padar di Taman Nasional Komodo, NTT, ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, rute itu ditutup sementara pada 6-10 Agustus 2026 akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi mencapai 2,6 meter. Dari surat edaran disebutkan pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo ditutup sementara, tertera sejak 7-10 Agustus.
Pelayaran di sana dibuka lagi mulai Senin (10/8).
Sementera itu, Jessica memposting aktivitas wisatanya di Pulau Padar pada Minggu (8/8). Netizen pun langsung mempertanyakan jika rombongan tersebut tidak mengetahui adanya surat edaran terkait penutupan wilayah.
Kendati telah mengeluarkan klarifikasi melalui akun Instagram miliknya, Jessica Mila tetap dihujani komentar oleh netizen.
"Ada ribuan orang sejak tanggal 6 Agustus sampa tanggal 9 Agustus yang tidak diperbolehkan untuk berlayar ke Pulau Padar, pink beach, dan Komodo. Tidak mungkin kapten tidak tahu soral surat edaran tersebut," tulis netizen di postingan klarifikasi Jessica.
"Kakak sebagai orang *berada dan tinggal di Indonesia bisa kapan saja datang ke Labuan Bajo, sedangkan turis yang dari luar negeri maupun butuh waktu dan biaya yang banyak untuk datang ke Labuan Bajo," netizen itu menambahkan.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, kapal wisata yang ditumpangi oleh rombongan Jessica Mila menuju Pulau Padar itu tidak mempunyai surat persetujuan berlayar (SPB).
Kapal berjenis cruise dengan nama Maloekoe itu, menurut Stephanus, SPB yang dikeluarkan hanya untuk berlayar ke Pulau Rinca bukan ke Pulau Padar. Dia menegaskan selama periode penutupan, SPB pelayaran kapal wisata ke TN Komodo hanya dikeluarkan ke Pulau Rinca yang dinilai masih aman.
"Kapal Maloekoe di mana dipakai artis tidak mendapat SPB ke Komodo dan Padar, tetapi hanya ke Rinca karena Rinca masih dianggap aman," kata Stephanus.










































