Kebakaran di kawasan Gunung Bromo menjadi perhatian dunia. Api belum bisa dipadamkan, bahkan kawasan wisata ditutup sementara waktu.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro, Kabupaten Lumajang. Kebakaran hutan di Blok Bantengan terjadi pada Senin sekitar pukul 17.00 WIB.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan titik awal api berasal dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang bukan kawasan wisata. Endrip mengatakan titik api semakin luas hingga menjangkau wilayah Kabupaten Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memiliki sejarah panjang terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Faktor cuaca ekstrem akibat siklus kemarau/El Nino sampai kelalaian manusia menjadi pemicu utama sebagian besar insiden besar dari tahun ke tahun. Dirangkum detikTravel, berikut sejarah kebakaran Gunung Bromo dari tahun 2014-2026:
Kebakaran di Gunung Bromo dari Tahun 2014-2026:
Kebakaran Tahun 2014
- Luas Terdampak: Lebih dari 50 hektare.
- Pemicu: Cuaca kering yang ekstrem selama musim kemarau panjang.
- Kronologi: Api membakar padang rumput (savana) dan perbukitan di sekitar kalderaBromo selama puncak musim kemarau. Angin kencang membuat api merembet ke area dinding kaldera. Pemadaman dilakukan secara manual oleh petugasTNBTS bersama masyarakat peduli api (MPA) Tengger karena keterbatasan alat. Api berhasil padam setelah sekitar 5 hari setelah melahap lebih dari 50 hektare lahan.
Kebakaran Tahun 2018
- Luas Terdampak: Diperkirakan mencapai 65 hektare.
- Pemicu: Faktor alam (cuaca panas ekstrem) diperparah hembusan angin kencang khas puncak musim kemarau.
- Kronologi: Kebakaran vegetasi kering melanda kawasan lereng terjal Blok Plentongan hingga mengarah ke puncak wisata B29, Lumajang. Medan yang sangat curam dan bertebing membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Jalur wisata dan pendakian di sekitar lokasi terpaksa ditutup sebagian demi keselamatan. Total lahan terbakar mencapai 65 hektare sebelum akhirnya berhasil dipadamkan total melalui lokalisasi sekat bakar harian.
Kebakaran Tahun 2019
- Luas Terdampak: Mencapai hampir 100 hektare.
- Pemicu: Kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang membuat vegetasi mengering total dan sangat mudah tersulut.
- Kronologi: Akibat fenomena El Nino yang ekstrem, suhu di kawasan Bromo menjadi sangat panas dan membuat vegetasi mengering total. Kebakaran hebat pecah di kawasan resort PTN Wilayah Coban Trisula, Malang. Api meluas dari semak belukar hingga membakar pohon-pohon cemara gunung. Asap pekat sempat mengganggu jarak pandang di jalur perlintasan wisata. Kebakaran berlangsung berminggu-minggu secara intermiten (hilang-timbul) dan menghanguskan hampir 100 hektare lahan sebelum akhirnya padam total dibantu hujan pertama di akhir Oktober.
Kebakaran Tahun 2023
- Luas Terdampak: Mencapai total 504 hektare.
- Pemicu: Saat itu rombongan wisatawan menyalakan suar (flare) asap untuk keperluan foto prewedding di Bukit Teletubbies, Blok Savana Watangan. Percikan dari suar yang gagal menyala, meletup dan langsung membakar rumput kering di sekitarnya.
- Kronologi: Pada 6 September 2023, rombongan fotografer menyalakan flare (suar asap) di Bukit Teletubbies (Blok Savana Watangan) untuk sesi foto pernikahan. Percikan flare membakar rumput kering di sekitar lokasi. Lalu tanggal 7 - 12 September, api membesar dengan sangat cepat dan lepas kendali. Kebakaran merembet ke lereng gunung, melintasi batas kabupaten, hingga mendekati kawasan puncak kawah. TNBTS menutup total seluruh akses wisata Bromo. Pada 13 - 14 September 2023, BNPB mengerahkan helikopter Super Puma untuk melakukan water bombing (pengeboman air) puluhan kali karena jalur darat mustahil diakses. Selanjutnya di tanggal 15 September, api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah menghanguskan total 504 hektare lahan. Tersangka utama (wedding organizer) langsung ditahan pihak kepolisian.
Kebakaran Tahun 2026
- Luas Terdampak: Telah meluas hingga 550 hektare dan terus dipantau.
- Pemicu: Diduga kuat akibat kelalaian manusia. Diduga adanya pembuatan perapian/api unggun yang belum padam sempurna oleh pelintas di jalur tradisional Argosari-Ranu Pani.
- Kronologi: Titik api pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan-Jantur pada tanggal 3 Agustus 2026, diduga akibat sisa api unggun yang belum padam sempurna oleh pelintas di jalur tradisional Argosari-Ranu Pani. Angin kencang dan cuaca kering khas Agustus membuat api meloncat melintasi sekat bakar alami hingga tanggal 7 Agustus. Kobaran api meluas dengan cepat ke arah puncak B29 Lumajang serta area dasar kaldera. Otoritas BB TNBTS resmi mengeluarkan surat edaran penutupan total seluruh pintu masuk wisata Bromo tanpa batas waktu yang ditentukan demi kelancaran operasi pemadaman pada tanggal 8 Agustus. Saat ini, operasi gabungan berskala besar digelar melibatkan helikopter water bombing BNPB, drone penyemprot air, dan teknologi modifikasi cuaca. Akumulasi area terdampak hingga hari ini tercatat telah meluas hingga 550 hektare.










































