Gunung Etna kembali menunjukkan aktivitas vulkanik sejak Kamis (6/8). Letusan yang terus berlangsung mengganggu lalu lintas udara.
Bandara Internasional Catania menangguhkan beberapa penerbangan yang tiba di sana pada Senin (10/8). Otoritas pemantauan melaporkan bahwa fase erupsi tetap aktif di kawah puncak Voragine Etna, di mana aktivitas eksplosif telah berfluktuasi intensitasnya, seperti dikutip dari Turkiye Today, Selasa (11/8/2026).
Awan abu vulkanik tebal yang melayang ke arah selatan-tenggara mendorong pihak berwenang untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan penerbangan pada level merah, di mana aktivitas vulkanik yang signifikan dapat memengaruhi operasi pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran material vulkanik di udara yang terus berlanjut, para pejabat di Bandara Internasional Catania menghentikan beberapa penerbangan yang masuk, sementara sektor barat daya wilayah udara sekitarnya juga ditutup.
Observatorium lingkungan dan geofisika mengatakan bahwa aktivitas di sekitar puncak termasuk pelepasan bom vulkanik, yaitu fragmen batuan cair atau sebagian cair yang dikeluarkan selama erupsi, bersamaan dengan gumpalan abu tebal yang naik dari gunung berapi.
Aktivitas vulkanik juga terus berlanjut di bawah puncak, di mana retakan pada ketinggian sekitar 2.750 meter dan 2.360 meter masih melepaskan magma.
Lava telah membentuk aliran yang kompleks dan tumpang tindih. Meski demikian, aliran aktif saat ini masih terkendali di antara ketinggian sekitar 2.100 dan 1.850 meter.
Kombinasi aktivitas puncak yang eksplosif, abu yang beterbangan di udara, dan keluaran lava yang terus berlanjut telah menyebabkan pembatasan penerbangan tetap diberlakukan di sekitar Catania karena fase erupsi Gunung Etna terus berlanjut.










































