MotoGP Mandalika Diharapkan Bikin Wisman Tinggal Lebih Lama di Lombok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

MotoGP Mandalika Diharapkan Bikin Wisman Tinggal Lebih Lama di Lombok

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 12 Agu 2026 07:23 WIB
Suasana final race MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (5/10/2025). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
MotoGP Mandalika. (Nathea Citra/detikBali)
Jakarta -

Perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, akan kembali digelar di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober mendatang.

Lewat gelaran balap motor ini juga diharapkan menjadi magnet kuat yang mampu menahan wisatawan mancanegara untuk berlibur lebih lama Indonesia.

Dalam agenda konferensi pers di Kantor InJourney, Jakarta, Selasa (11/8/2026) SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menjelaskan fokus utama saat ini adalah bagaimana ajang internasional tersebut mampu menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal melalui durasi tinggal (length of stay) wisman yang lebih panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi MotoGP sendiri itu memiliki economical impact di tahun 2025 kepada perekonomian nasionalnya sebesar Rp 4,9 triliun. Jadi luar biasa, perhelatan dalam satu minggu MotoGP, lalu penyerapan tenaga kerjanya sampai 3 ribu orang," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kesuksesan pariwisata bukan lagi sekadar soal berapa banyak orang yang datang, melainkan seberapa besar kontribusi mereka bagi daerah yang dikunjungi.

Berdasarkan data InJourney, potensi ekonomi dari wisman sangatlah besar. Pada triwulan kedua 2026 saja, rata-rata pengeluaran satu orang wisman mencapai sekitar USD 1.285 dengan rata-rata lama menginap selama 10 malam. Inilah yang ingin dikejar melalui momentum MotoGP di Lombok.

Konferensi pers kolaborasi Garuda Indonesia dan InJourney 'Discover More Indonesia'Konferensi pers kolaborasi Garuda Indonesia dan InJourney 'Discover More Indonesia'. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Mandalika sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki kelengkapan destinasi yang bisa membuat turis betah berlama-lama. Selain menonton balapan, wisman bisa menikmati keindahan alam pantai-pantai di Lombok Selatan yang sudah mendunia, terutama bagi komunitas peselancar mancanegara.

"Itu luar biasa indah pantai-pantai di sana. Bahkan banyak sekali long staying tourist yang di sana untuk surfing. Karena pantai-pantai di Lombok tuh banyak sekali area dan titik-titik yang menarik untuk dijadikan surfing area, dan juga pengalaman hospitality-nya," tambah Yudhistira.

Dampak ekonomi dari strategi ini pun sangat nyata. Kemudian dari pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan pertama 2026 yang mencapai angka 13,64% secara year on year.

"Ini menunjukkan sekali lagi bahwa Lombok memiliki kekuatan destinasi yang lengkap. Mulai dari Mandalika, keindahan alamnya, pantai-pantainya," tegas Yudhis.

Dan pada kesempatan ini, pihaknya juga bekerjasama dengan Garuda Indonesia untuk menyebarkan wisman yang datang ke Indonesia melalui 170.845 tiket gratis. Hal itu juga menjadi stimulus untuk wisman agar bisa tinggal lebih lama di Indonesia.

"Stimulus ini harapannya adalah bukan hanya meningkatkan jumlah penumpang Garuda Indonesia dari internasional, tapi juga nantinya akan menambah economic scale yang ada di domestik kita," ucap Group Head Marketing Garuda Indonesia, Rina Eka Putri.



(upd/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads