MotoGP Mandalika Dibayangi Karhutla, InJourney Janji Balapan Tak Terganggu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

MotoGP Mandalika Dibayangi Karhutla, InJourney Janji Balapan Tak Terganggu

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 12 Agu 2026 13:17 WIB
LOMBOK, INDONESIA - OCTOBER 04: Luca Marini of Italy riding the Honda HRC Castrol bike (10) during the Sprint ahead of the MotoGP of Indonesia at Pertamina Mandalika Circuit on October 04, 2025 in Lombok, Indonesia. (Photo by Gold & Goose Photography
MotoGP Mandalika. (Getty Images/Gold & Goose Photography)
Jakarta -

MotoGP Mandalika 2026 digelar pada 9-11 Oktober tengah dibayangi sejumlah kebakaran di Tanah Air. SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, mengatakan dalam upaya antisipasi itu tidak akan mempengaruhi persiapan gelaran akbar balap motor itu.

"Tentunya hal ini tidak menghambat persiapan kami dalam menyongsong perhelatan MotoGP 2026. Karena ini sudah menjadi event signature national branding Indonesia di mata dunia," kata Yudhis dalam agenda konferensi pers, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga apapun akan kita lakukan yang terbaik dalam rangka untuk menyukseskan penyelenggaraan MotoGP. Kita terus berkoordinasi untuk bagaimana mempersiapkan itu semua," dia menambahkan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB telah menerjunkan sekitar 600 personel Polisi Kehutanan (Polhut) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Area yang diawasinya meliputi kawasan Gunung Rinjani hingga perbukitan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak dari fenomen El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Oktober nanti.

"Tentunya ini akan menjadi perhatian kita semua dan akan menjadi bahan untuk koordinasi lebih ketat lagi dengan pemerintah daerah setempat. Supaya nanti para penonton datang ke Mandalika untuk menyaksikan MotoGp sudah tidak kekhawatiran atau gangguan apapun," kata Yudhis.

Di lain kesempatan, Kepala DLHK NTB, Didik Mahmud Gunawan, menyampaikan strategi ini juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mengawasi titik-titik yang rentan terbakar. Penggunaan teknologi pemantau satelit juga dikerahkan dalam hal ini.

"Kami koordinasikan di lapangan. Kami juga dibantu sistem SiPongi untuk mendeteksi titik hotspot api secara riil. Begitu koordinat muncul, tim langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan apakah itu kebakaran hutan atau aktivitas lain," kata Didik.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads