Kebakaran Hutan Mulai Ganggu Wisata Tanjung Puting, Banyak Penerbangan Delay

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kebakaran Hutan Mulai Ganggu Wisata Tanjung Puting, Banyak Penerbangan Delay

Sigit Pamungkas - detikTravel
Rabu, 12 Agu 2026 16:13 WIB
Melihat aktivitas Orangutan (Pongo pygmaeus) di selter Tanjung Harapan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Taman Nasional Tanjung Puting yang merupakan tempat konservasi terbesar didunia tersebut memiliki luas 415.040 hektar dengan memi
Wisata melihat orangutan di Tanjung Puting (Agung Pambudhy/detikcom)
Kotawaringin Barat -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu sektor pariwisata di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Banyak penerbangan yang delay.

Sejumlah wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan mengalami keterlambatan penerbangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat Tanjung Puting merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kobar yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan asap karhutla mulai menjadi kendala bagi wisatawan asing yang memiliki jadwal perjalanan menuju Tanjung Puting.

"Untuk wisatawan mancanegara ada kendala delay. Tamu-tamu yang seharusnya sesuai jadwal terkendala karena asap yang semakin pekat," ujar Alwan, Selasa (11/8).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, dampak karhutla yang bisa terpantau masih berupa keterlambatan penerbangan. Belum ada laporan mengenai pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting akibat kabut asap.

Namun, pemerintah tetap mewaspadai perkembangan kondisi dalam beberapa waktu ke depan. Jika asap semakin pekat dan meluas, gangguan terhadap transportasi udara maupun perjalanan wisatawan dikhawatirkan semakin besar.

"Kita melihat situasi dan kondisi dua minggu ke depan, apakah asap ini semakin meluas atau tidak," katanya.

Musim Panen Wisman Terancam Kabut Asap

Kekhawatiran terhadap dampak karhutla semakin besar karena periode Juni hingga awal Oktober biasanya menjadi salah satu masa ramai kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting.

"Dari bulan Juni sampai awal Oktober biasanya banyak sekali wisatawan mancanegara datang ke Tanjung Puting," ungkap Alwan.

Wisatawan yang berkunjung pun berasal dari berbagai negara. Mulai dari Amerika, negara-negara Eropa, Amerika Latin, India, Jepang, China hingga sejumlah negara lainnya.

Informasi terkait kendala perjalanan tersebut juga diperoleh pemerintah daerah dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat. Para pelaku perjalanan ikut memantau kondisi penerbangan serta perkembangan kunjungan wisatawan ke Kobar.

"Bagi pelaku pariwisata, kondisi asap menjadi persoalan serius apabila berlangsung dalam waktu lama. Selain berpotensi mengganggu penerbangan, kabut asap juga dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan selama perjalanan menuju kawasan Tanjung Puting," katanya.

Pemerintah daerah kini terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi udara. Harapannya, kebakaran hutan dan lahan segera terkendali sehingga asap tidak semakin pekat dan meluas.

Dengan demikian, penerbangan dapat kembali berjalan normal dan wisatawan mancanegara tetap bisa menikmati pengalaman menyusuri kawasan Tanjung Puting serta melihat habitat orangutan sesuai jadwal perjalanan mereka.


---------

Artikel ini telah naik di detikKalimantan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Alhamdulillah! Hujan Guyur Kaltim, Petugas Karhutla Sujud Syukur"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads