Detik-detik Turis Lolos dari Lantai 5 Hotel Saat Gempa M 7,7 di Labuan Bajo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Detik-detik Turis Lolos dari Lantai 5 Hotel Saat Gempa M 7,7 di Labuan Bajo

Ambrosius Ardin - detikTravel
Minggu, 16 Agu 2026 06:02 WIB
Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo denga
Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Labuan Bajo -

Gempa mengguncang Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Turis yang menginap di Hotel Jayakarta di Labuan Bajo panik menyelamatkan diri dari guncangan.

Hotel itu mengalami kerusakan parah akibat gempa 7,7 magnitudo yang berpusat di Nagekeo, NTT, itu. Nova, salah satu turis yang menginap di hotel bintang empat itu, mengisahkan detik-detik dia dan pasangannya menyelamatkan diri dari lantai lima bangunan tersebut.

Turis perempuan itu menuturkan getaran gempa di kamarnya terasa sangat keras. Dia dan pasangannya merasakan gempa itu menjelang jam 05.00 Wita. Mereka kala itu masih tidur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami waktu itu lagi tidur, gempa sangat keras sekali," ujar Nova di halaman Hotel Jayakarta.

Nova dan pasangannya awalnya tidak berani keluar dari kamar hotel karena guncangan terasa keras. Namun, pilihan menyelamatkan diri harus segera dilakukan. Mereka pun bergegas menuruni tangga bersama turis lain.

ADVERTISEMENT

"Saya ganti baju langsung turun ke bawah, mungkin nggak ada satu menit saya langsung turun ke bawah. Bersama tamu-tamu lain," ujar Nova.

Tiba di lantai satu, Nova panik melihat sebagian tembok sudah roboh. Plafon hotel juga berjatuhan di lantai. Dia dan tamu lain lantas bergegas ke halaman hotel menjauhi gedung tersebut.

"Semua orang pada turun, saya lihat atap (plafon), tembok sudah hancur semua," ujar Nova.

Hotel yang terletak di Jalan Pantai Pede Labuan Bajo ini mengalami kerusakan berat di lantai satu. Tembok bagian depan sepanjang sekitar 30 meter terlihat rusak. Ada bagian dinding tembok yang roboh. Baru bata yang rusak terlihat berhamburan. Plafon di lantai satu juga jebol.

Semua tamu telah meninggalkan hotel demi keselamatan. Ada yang kembali ke daerah asalnya, berpindah tempat menginap, ada pula yang dievakuasi ke biara milik biarawati di Labuan Bajo.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, pagi ini. Pusat gempa tersebut berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB hingga Sulawesi Selatan (Sulsel).

Gempa yang mengguncang Labuan Bajo menyebabkan sejumlah bangun rusak termasuk resor hingga hotel bintang empat. Tamu-tamu hotel berhamburan keluar hingga warga pesisir berbondong-bondong meninggalkan rumah karena takut tsunami

Gempa dengan magnitudo (M) 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu gelombang tsunami hingga getaran yang dirasakan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan BMKG mengidentifikasi bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Sesar Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

"BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak," kata Nelly dalam keterangan dari BMKG, Sabtu (15/8).

Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,39 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya 30 km arah timur laut dari Nagekeo, NTT.

Getaran gempa juga dirasakan dalam skala VI MMI (Modified Mercalli Intensity), yang artinya getaran mengejutkan semua penduduk hingga berlari keluar. Getaran ini dirasakan masyarakat di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa.

Gempa juga dirasakan dalam Skala V MMI yang artinya membangunkan banyak orang tidur dan terasa oleh hampir semua penduduk, berdampak pada masyarakat di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads