Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Jokowi Kenakan Busana Adat Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Jokowi Kenakan Busana Adat Bali

Fabiola Dianira - detikTravel
Senin, 17 Agu 2026 16:03 WIB
Jokowi mengikuti upacara detik-detik proklamasi mengenakan baju adat Bali di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jokowi mengikuti upacara detik-detik proklamasi mengenakan baju adat Bali di Istana Merdeka (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) turut menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana. Jokowi hadir mengenakan busana adat Bali.

Dalam penampilannya, Jokowi terlihat mengenakan udeng berwarna ungu yang dilengkapi hiasan menyerupai bunga mawar berwarna emas di bagian tengah.

Jokowi juga mengenakan baju safari hitam berlengan panjang dengan kancing berwarna hitam keemasan. Pada bagian dada kirinya terdapat pin kecil berbentuk keris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kampuh atau saput yang dikenakan Jokowi terlihat seperti kain songket Bali. Kait tersebut memiliki motif dan warna yang beragam, seperti biru, oranye, hijau, dan merah muda dengan latar belakang berwarna cokelat tua.

Pada bagian dalamnya, Jokowi mengenakan kamen berwarna cokelat muda. Penampilannya dilengkapi sepatu model selop berwarna hitam polos.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, pada Pasal 4 disebutkan unsur busana adat Bali untuk laki-laki sekurang-kurangnya terdiri atas destar (udeng), baju, kampuh, selendang, dan kamen.

Berikut 3 macam baju adat Bali beserta fungsinya yang dilansir dari situs Kemdikbud dan buku Ensiklopedi Pakaian Nusantara: Aceh hingga D. I. Yogyakarta (2021) oleh R. Toto Sugiarto dkk:

1. Payas Agung

Baju adat Bali yang lengkap dan terlihat mewah adalah Payas Agung. Dahulunya, pakaian ini digunakan untuk kalangan brahmana, ksatriya, dan waisya.

Baju ini sekarang digunakan oleh pengantin dalam upacara pernikahan. Payas Agung menggambarkan keindahan, warnanya juga cerah sehingga mencirikan kebahagiaan dan kegembiraan.

Tiap daerah memiliki kekhasan, namun masih tetap sesuai pakem. Contohnya Payas Agung adat Medeeng Singaraja (Buleleng) yang berbeda dengan Payas Agung adat Asak Karangasem.

Pengantin wanita mengenakan tapih atau sinjang prada selain warna kuning dan putih, kamen prada, sabuk prada, sabuk toros, dan selendang prada warna kuning.

Sedangkan, pengantin pria mengenakan aksesoris berupa gelung agung dan mengenakan rumbing di telinga, memakai badong, gelang nagasatru dan gelang kana, serta cincin bermata merah. Baju yang dipakai adalah kain kancut prada, kampuh prada, dan umpal prada.

Payas Agung juga digunakan oleh manggala/pangarep yang diupacarakan dalam upacara manusa yadnya dan sebagai yajamana pada upacara yang lain.

2. Payas Madya

Pakaian Payas Madya adalah pakaian adat tingkat menengah. Dilansir dari berbagai sumber, pakaian ini biasa disebut dengan Payas Madya dan bentuknya tidak begitu mewah maupun terlalu sederhana.

Pakaian adat Madya biasanya digunakan oleh masyarakat Bali untuk mengikuti upacara adat. Pada umumnya, pakaian adat Madya dipakai masyarakat Bali dalam sejumlah upacara keagamaan, seperti hari raya umat Hindu, upacara kremasi, hingga sembahyang ke pura.

3. Payas Alit/Payas Nista

Payas alit atau payas nista adalah baju adat Bali yang paling sederhana dan bisa dipakai sehari-hari, termasuk upacara adat harian di pura.

Yang dikenakan biasanya hanya menggunakan kebaya dan songket. Laki-laki pun hanya menggunakan kemeja putih dan dilengkapi dengan kamen serta udeng.


---------

Artikel ini telah naik di detikBali.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads