Masyarakat Minang kembali menunjukkan solidaritasnya terhadap korban bencana alam. Kali ini, mereka menyiapkan 5 ton rendang siap santap untuk korban gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut digagas Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) melalui program Gebu Minang Peduli Gempa NTT. Rendang dikumpulkan dari donasi berbagai organisasi masyarakat dan para pengusaha rendang di Sumatera Barat.
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, mengatakan proses memasak rendang telah dilakukan sejak 17 Agustus. Kelompok ibu dan Bundo Kanduang dari berbagai organisasi bergantian memasak rendang setiap hari di halaman kantor LKAAM Sumatera Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Senin, sekitar 700 kilogram rendang telah berhasil dikumpulkan. Produksi akan terus dilakukan hingga target 5 ton terpenuhi.
"Setiap hari akan terus kita buat, kita bungkus terus. Mungkin tiga hari lagi ada kulkas datang lagi, kita kirim lagi. Jadi bertahap. Kebutuhan makan mereka kan tidak satu kali makan. Biar makan terus, kita kirim terus," kata Fauzi dikutip dari Antara, Rabu (19/8).
Fauzi mengatakan pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap agar warga terdampak tetap mendapatkan pasokan makanan selama masa penanganan bencana. Rendang yang disiapkan merupakan rendang tahan lama dan rendang siap santap.
Dia menyebut rendang dipilih sebagai bantuan pangan dengan mempertimbangkan kondisi warga yang kehilangan rumah dan fasilitas memasak akibat gempa. Nah, makanan yang praktis dan dapat langsung disantap dinilai akan sangat membantu korban.
"Orang ketika rumahnya runtuh, enggak cepat masak, enggak punya apa-apa. Nah, ini dengan nasi putih saja, dengan rendang sangat enak," kata dia.
Wali Kota Padang Fadli Amran turut mendukung gerakan tersebut. Menurutnya, rendang merupakan bantuan pangan yang tepat bagi korban bencana karena praktis dikonsumsi dan dapat disimpan dalam waktu relatif lama.
Sebagai daerah yang juga kerap mengalami bencana, masyarakat Sumatera Barat memahami kebutuhan warga yang berada dalam situasi darurat, termasuk ketersediaan makanan yang mudah disajikan.
Selain bantuan rendang, Fadli mengatakan Pemerintah Kota Padang akan mendorong penggalangan dana untuk membantu korban gempa NTT. Dia berencana menginstruksikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang membuka rekening khusus untuk menampung donasi masyarakat.
"Kita akan coba, khususnya di Kota Padang, kita akan coba galang. Nantinya juga akan kita minta yayasan ataupun Baznas membuka rekening seperti apa yang sudah kita lakukan untuk masyarakat yang terdampak," kata Fadli.
Penggalangan bantuan tersebut akan dilakukan bersama Gebu Minang Pusat dan LKAAM Sumatera Barat. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas dukungan masyarakat untuk membantu warga NTT yang terdampak gempa.
Gebu Minang Peduli Gempa NTT menargetkan penggalangan bantuan berlangsung selama dua minggu. Pengiriman rendang akan dilakukan secara bertahap sehingga bantuan dapat terus disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak di lokasi bencana.
Sementara itu, merujuk detikHealth, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar merespons positif langkah masyarakat Minang itu. Dia mengatakan BPOM akan ikut membantu memastikan keamanan pangan sebelum makanan tersebut didistribusikan.
"Tentu, Badan POM akan intervensi karena itu kewajiban kami. Hal yang lain juga kita berkoordinasi dengan berbagai macam lembaga yang berhubungan dengan makanan yang dikirim," kata Ikrar saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (18/8).
Ikrar menambahkan bahwa saat ini ada beberapa asosiasi masyarakat lain yang juga sedang berkoordinasi dengan BPOM untuk ikut membantu meringankan beban korban gempa NTT dengan pengiriman makanan.
"Badan POM membantunya dengan, pertama menyeleksi bahwa produk itu masih sesuai peruntukannya, belum kadaluwarsa, memenuhi syarat," kata Ikrar.
"Intinya, Badan POM hadir dan punya rasa empati yang sangat besar terhadap saudara kita yang mengalami bencana alam gempa bumi di sana," dia menambahkan.










































