Kasus kebakaran baterai litium tak hanya terjadi pada power bank. Laptop penumpang juga bisa kebakaran seperti dalam penerbangan ini.
Laptop milik seorang penumpang terbakar dalam penerbangan American Airlines, Jumat (21/8/2026) lalu, seperti dikutip dalam CBS News.
Insiden tersebut dilaporkan oleh pilot melalui audio komunikasi lalu lintas udara dalam penerbangan American Airlines 2398. "Kebakaran di kabin bagian belakang pesawat," ujar pilot dalam rekaman audio komunikasi lalu lintas udara yang diperoleh CBS News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awak kabin sedang berupaya memadamkannya," ungkapnya saat itu.
Penerbangan yang berangkat dari Atlanta tersebut membawa 133 orang, menurut keterangan pilot kepada petugas lalu lintas udara. "Sepertinya ada sekitar empat hingga lima penumpang yang mengalami luka bakar akibat laptop tersebut," kata pilot.
Sementara laptop itu berada di bagian tengah pesawat. Awak kabin melakukan pemadaman dengan cepat, sehingga penerbangan bisa tetap mengudara sampai di tujuan akhir Bandara Internasional Dallas Fort Worth. Pihak maskapai kemudian memberikan keterangan terkait kebakaran tersebut.
"Penerbangan American Airlines 2398 mendarat dengan selamat di DFW setelah adanya laporan mengenai asap yang keluar dari perangkat milik penumpang saat proses pendaratan. Kami mengapresiasi profesionalisme dan respons cepat awak kami dalam menangani perangkat tersebut," ungkap American Airlines dalam sebuah pernyataan.
Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan bahwa baterai litium yang digunakan pada perangkat seperti laptop dan ponsel dapat menimbulkan risiko selama penerbangan akibat panas berlebih. Akibatnya, baterai mengalami proses yang dikenal sebagai thermal runaway atau reaksi berantai panas tak terkendali.
"Fenomena thermal runaway dapat terjadi tanpa peringatan akibat berbagai faktor, termasuk jika baterai rusak, mengalami panas berlebih, terkena air, pengisian daya berlebihan, atau dikemas dengan cara yang tidak tepat," demikian pernyataan FAA dalam sebuah imbauan.
FAA menetapkan batasan ukuran untuk baterai litium dalam penerbangan guna mengantisipasi risiko-risiko tersebut. Berdasarkan data FAA, sepanjang tahun ini telah tercatat setidaknya 56 insiden terkait baterai litium dalam penerbangan yang melibatkan asap, kebakaran, atau panas berlebih.










































