Desa Adat Sade Bakal Direstorasi, Aspek Budaya-Keselamatan Jadi Perhatian

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Desa Adat Sade Bakal Direstorasi, Aspek Budaya-Keselamatan Jadi Perhatian

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Senin, 24 Agu 2026 19:40 WIB
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Minggu (22/8) menghanguskan 120 bangunan di Desa
Desa Adat Sade. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta -

Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan direstorasi setelah kebakaran besar yang menghanguskan kawasan tersebut. Aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan kembali desa wisata itu.

Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengatakan restorasi Sade akan dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. UKP Pariwisata bersama Kemendes-PDT akan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan kembali dan restorasi kawasan Sade.

Pembangunan kembali tidak hanya menyasar bangunan yang terbakar. Tetapi juga mempertahankan karakter dan budaya masyarakat Sasak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Restorasi akan memperhatikan karakter desa adat, arsitektur tradisional, nilai budaya Sasak, aspek keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat," ungkap Zita, seperti dilansir dari Antara, Senin (24/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pembangunan kembali Desa Adat Sade membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Ia menyebut pemerintah ingin Desa Adat Sade tetap menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus destinasi wisata budaya.

"Restorasi Sade membutuhkan waktu dan harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Kita ingin membangun kembali Sade sebagai desa adat yang tetap hidup, budayanya terjaga, masyarakatnya berdaya, dan pariwisatanya dapat berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Kemudian, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan kebakaran Desa Adat Sade menjadi pelajaran dalam pengembangan destinasi wisata. Bagi Ahmad, aspek mitigasi bencana perlu diperkuat dalam pembangunan kembali kawasan tersebut.

"Musibah kebakaran yang terjadi di destinasi wisata Desa Adat Sade menjadi pengingat bagi kita semua. Di balik duka yang dirasakan, ada pelajaran penting bahwa pengembangan destinasi wisata ke depan harus semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana," jelas Ahmad.

Ia menegaskan pelestarian budaya harus tetap berjalan beriringan dengan keselamatan masyarakat dan wisatawan. Karena itu, pembangunan kembali Desa Adat Sade diharapkan tidak sekadar mengembalikan kondisi kawasan seperti sebelum kebakaran.

"Kita perlu menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung," ucapnya.

Kebakaran Desa Adat Sade yang menghanguskan sekitar 120 bangunan dan berdampak pada 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa. Selain rumah warga, sejumlah bangunan yang mendukung aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat juga ikut terdampak.



(upd/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads