Cerita nahas liburan turis asal Prancis bernama Pierre Michel Formosa yang meninggal dunia di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat.
Ia tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya bersama seorang rekannya terjebak lumpur. Kejadian itu berlangsung pada Senin pekan lalu.
Dikutip dari NBC dan The Guardian Rabu (26/8/2026) menurut National Park Service (NPS), kendaraan yang digunakan Formosa dan rekannya terjebak di lumpur di dekat Queen of Sheba Mine Road.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada kendaraan lain di sekitar lokasi, kedua turis itu kemudian memutuskan untuk berjalan melintasi dataran garam menuju Badwater Road. Mereka mencari bantuan di tengah suhu ekstrem yang mencapai 46,6°C
Dalam perjalanan, Formosa tidak mampu melanjutkan perjalanan dan berhenti setelah berjalan sekitar 1,3 mil atau 2,1 kilometer. Sementara itu, rekannya terus berjalan hingga mencapai jalan raya.
Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, rekan Formosa berhasil menghentikan pengendara yang melintas dan meminta bantuan. Petugas taman kemudian melakukan pencarian dengan bantuan helikopter California Highway Patrol.
Hingga akhirnya jasad Formosa ditemukan pada sore hari, lokasinya sekitar 1,5 mil atau 2,4 kilometer dari Badwater Road.
Pengelola Taman Nasional Death Valley, Mike Reynolds, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Formosa sekaligus mengingatkan wisatawan mengenai kondisi ekstrem di kawasan tersebut.
"Ini merupakan pengingat yang menyedihkan tentang betapa cepatnya kondisi di sini dapat berubah menjadi berbahaya," ujar Reynolds.
Saat kejadian, suhu di Death Valley mencapai sekitar 116 derajat Fahrenheit atau 47 derajat Celsius. National Weather Service juga mengeluarkan peringatan panas ekstrem karena suhu diperkirakan tetap berada di kisaran 115-118 derajat Fahrenheit atau sekitar 46-48 derajat Celsius.
Suhu bahkan diperkirakan mencapai 119 derajat Fahrenheit atau sekitar 48 derajat Celsius pada Rabu.
National Park Service mengimbau wisatawan untuk tetap berada di jalan beraspal saat cuaca ekstrem. Pengunjung juga diminta membawa persediaan air yang cukup serta telepon satelit atau alat pemancar sinyal darurat.
"Death Valley adalah tempat yang luar biasa, namun suhu panas, jarak yang jauh, dan lokasinya yang terpencil bisa menjadi berbahaya, terlepas dari seberapa besar pengalaman seseorang. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian ini, dan doa kami menyertai orang-orang terkasihnya," tutup Reynolds.










































