Menuju Malioboro Full Pedestrian, Portal Malah Susahkan Lansia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menuju Malioboro Full Pedestrian, Portal Malah Susahkan Lansia

Adji G Rinepta - detikTravel
Senin, 31 Agu 2026 06:03 WIB
Salah satu portal tombak keraton di Jalan Suryatmajan, sirip Malioboro, Jogja, Sabtu (25/7/2026).
Salah satu portal 'tombak keraton' di Jalan Suryatmajan, sirip Malioboro, Jogja, Sabtu (25/7/2026).(Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Yogyakarta -

Malioboro, Yogyakarta, bersiap menerapkan kawasan full pedestrian pada akhir November 2026. Namun, pemasangan portal di jalan sirip Malioboro justru menuai sorotan setelah video lansia pengguna kursi roda kesulitan melintas viral di media sosial.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita lanjut usia (lansia) kesusahan saat melewati portal di jalan sirip Malioboro, viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @jogja_admin tersebut terlihat seorang lansia berusaha melewati portal berwarna hijau-kuning tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lansia berkursi roda itu tampak dibantu sanak keluarga yang mendampinginya. Beberapa warga sekitar pun terlihat turut membantunya.

Tak dijelaskan kapan kejadian ini terjadi. Namun akhirnya, lansia itu berhasil melewati portal yang disebut berada di jalan Sosrowijayan itu.

ADVERTISEMENT

"Pejalan kaki terpaksa membungkuk sangat rendah atau melompati pagar pembatas agar bisa melintas. Orang tua dan juga lansia pun kesulitan melewati. Tidak ada akses sama sekali bagi penyandang disabilitas, pengguna kursi roda pun mustahil untuk melintas," tulis keterangan dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Minggu (30/8/2026).

"Harapan masyarakat, pihak terkait mengkaji ulang kebijakan pemasangan portal tersebut. Jika memang perlu ada pembatasan, buatkanlah desain yang tetap ramah dan bisa dilalui oleh semua kalangan," keterangan ditambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Chrestina Erni Widyastuti berjanji melakukan evaluasi. Meski begitu, Erni mengaku tidak mengetahui detail terkait kejadian itu.

"Maturnuwun infonya ya, nanti kami diskusi lagi sebagai langkah evaluasi ya," kata Erni saat dihubungi.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, kejadian ini menjadi evaluasi yang berharga bagi pemerintah.

"Terimakasih atas atensi untuk kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Akan menjadi input bagi pengambil kebijakan," jelas Daning.

Ya, portal-portal di sirip-sirip Malioboro sudah terpasang sejak awal Juli lalu. Total 13 portal terpasang di titik akses jalan sirip-sirip Malioboro guna persiapan pemberlakuan kebijakan kawasan Malioboro Full Pedestrian yang ditargetkan mulai berlaku penuh pada akhir November 2026.

Pemasangan portal ini guna mencegah pelanggaran lalu lintas baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap menerobos masuk ke koridor utama Malioboro saat jam pedestrian diberlakukan.

Selain itu juga untuk sarana manajemen akses dengan mengontrol sirkulasi kendaraan secara ketat agar Malioboro bersih dari kepadatan lalu lintas.

Ke depannya, lanjut Erni, saat full pedestrian diberlakukan penuh, akan diberlakukan sistem buka-tutup portal terjadwal. Jadi sistem yang diterapkan bukanlah pembatasan permanen.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads