Kabar Gembira, Satwa-satwa yang Dievakuasi Damkar Ciamis Dilepas di Gunung Sawal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kabar Gembira, Satwa-satwa yang Dievakuasi Damkar Ciamis Dilepas di Gunung Sawal

Dadang Hermansyah - detikTravel
Rabu, 02 Sep 2026 18:04 WIB
Sebanyak 10 ekor kukang Jawa dilepas ke habitatnya di Suaka Marga Satwa Gunung Sawal (SMGS), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (28/11).  Yuk lihat prosesnya.
Kukang Jawa di Gunung Sawal (Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Kabar gembira bagi dunia konservasi. Sepuluh satwa liar yang dievakuasi Damkar Ciamis dari permukiman warga akhirnya dilepasliarkan di kawasan Gunung Sawal.

Satwa-satwa itu dikembalikan ke habitat alaminya di Blok Awi Lega, kawasan Gunung Sawal oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis bersama Bidang KSDA Wilayah III Ciamis.

Total ada tiga ekor lutung Jawa, seekor landak, seekor kucing congkok, serta lima ekor kukang Jawa yang dilepasliarkan di gunung Sawal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, petugas Damkar Ciamis memang kerap menerima laporan warga terkait kemunculan satwa liar di lingkungan tempat tinggal mereka. Ular dan biawak menjadi jenis satwa yang paling sering dievakuasi.

Namun, tidak jarang petugas Damkar harus berhadapan dengan satwa yang masuk kategori dilindungi. Lutung Jawa, landak, kucing congkok, hingga kukang Jawa tercatat pernah dievakuasi petugas Damkar dari lingkungan rumah warga Ciamis.

ADVERTISEMENT

Setelah berhasil diamankan, satwa liar tersebut tidak lantas menjadi tanggung jawab Damkar. Petugas kemudian menyerahkannya kepada instansi yang berwenang, dalam hal ini Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, untuk mendapatkan penanganan sebelum dikembalikan ke habitatnya.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat mengatakan, keterlibatan petugas dalam pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis dalam menjaga satwa liar.

Menurutnya, kerja sama itu penting agar satwa yang sebelumnya dievakuasi dari permukiman dapat kembali ke habitat yang sesuai.

"Ini bentuk dukungan kami dalam melindungi satwa yang dilepasliarkan. Setelah dievakuasi dari permukiman, tentunya satwa-satwa ini harus dikembalikan ke habitatnya," kata Budi, Selasa (1/9).

Budi juga mengapresiasi masyarakat yang memilih menghubungi petugas ketika menemukan satwa liar masuk ke lingkungan permukiman. Langkah tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan menangkap atau menyakiti satwa secara mandiri.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang sigap menghubungi Damkar ketika melihat satwa liar, khususnya yang dilindungi, masuk ke permukiman. Dengan begitu bisa segera dievakuasi dan keberlangsungan hidupnya tetap terjaga," ujarnya.

Bagi petugas Damkar, kesempatan mendampingi pelepasliaran langsung ke habitatnya juga menjadi pengalaman tersendiri. Selama ini tugas mereka lebih banyak dikenal dalam penanganan kebakaran maupun evakuasi berbagai gangguan di tengah masyarakat, termasuk mengevakuasi satwa liar.

Melalui kerja sama dengan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, petugas juga mendapatkan pengalaman mengenai penanganan satwa dilindungi, mulai dari proses evakuasi hingga bagaimana satwa tersebut diperlakukan sebelum dikembalikan ke alam.

"Selain membantu melepasliarkan, kami juga bisa mengetahui tata cara penanganan satwa yang dilindungi melalui kerja sama dengan KSDA," kata Budi.

Sementara bagi petugas Damkar Ciamis, Budi menyebut, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa tugas mereka tidak hanya berhenti ketika satwa berhasil dievakuasi. Ada tahapan berikutnya, yakni memastikan satwa tersebut mendapatkan penanganan yang tepat dan pada akhirnya bisa kembali ke alam.


-------

Artikel ini telah naik di detikJabar.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads