Turis Makin Banyak Komplain di Korea Selatan, Rekor Tertinggi Tahun Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Makin Banyak Komplain di Korea Selatan, Rekor Tertinggi Tahun Ini

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 12 Sep 2026 19:11 WIB
A large crowd of tourists walks through Bukchon Hanok Village in Seoul, South Korea, October 25, 2024. REUTERS/Kim Soo-hyeon     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi wisatawan di Korea Selatan. (REUTERS/Soo-hyeon Kim)
Jakarta -

Keluhan wisatawan di Korea Selatan mencapai rekor tertinggi di tahun ini. Masalah yang dikeluhkan beragam, mulai dari sopir taksi yang ugal-ugalan hingga tarif penginapan yang dinilai terlalu mahal.

Data Korea Tourism Organization (KTO) mencatat ada 1.753 keluhan wisatawan sepanjang Januari-Juli 2026. Angka itu sudah melampaui total keluhan sepanjang 2025 yang mencapai 1.744 kasus.

Dikutip dari The Korea Herald, Sabtu (12/9/2026) lonjakan keluhan tersebut mendorong pemerintah dan pelaku industri pariwisata Korea Selatan untuk mengambil langkah perbaikan. Salah satu masalah yang menjadi perhatian adalah biaya pembatalan akomodasi yang dinilai berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluhan juga meningkat seiring berlangsungnya sejumlah acara besar. Salah satunya konser BTS di Busan pada Juni 2026 yang menarik sekitar 110.000 wisatawan. Jumlah keluhan di kota itu bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat 239 kasus.

ADVERTISEMENT

Secara wilayah, Seoul mencatat jumlah keluhan terbanyak dengan 665 kasus. Setelah itu ada Busan dengan 594 kasus, Incheon 176 kasus, dan Jeju 155 kasus.

Akomodasi menjadi sektor yang paling banyak dikeluhkan wisatawan dengan 500 kasus. Keluhan utamanya terkait pembatalan reservasi secara sepihak serta biaya pembatalan yang dianggap terlalu tinggi.

Masalah lain datang dari pelayanan di toko. Sebanyak 376 keluhan berkaitan dengan sikap tidak ramah dan dugaan harga yang terlalu mahal. Sementara itu, layanan bandara dan maskapai menyumbang 186 keluhan.

Layanan taksi juga menjadi perhatian, tercatat 182 keluhan terkait pengemudi yang menolak menggunakan argometer hingga perilaku berkendara yang dianggap ugal-ugalan.

Wisatawan mancanegara menyumbang 84,3% dari seluruh keluhan. Wisatawan dari China menjadi kelompok dengan jumlah keluhan terbanyak yakni 680 kasus, disusul wisatawan Jepang 263 kasus, dan Taiwan 182 kasus.

Profesor pariwisata Universitas Kyung Hee, Yoon Ji-hwan, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan juga diikuti bertambahnya keluhan.

"Seiring bertambahnya jumlah wisatawan dan berkembangnya industri pariwisata, keluhan dan indikator negatif lainnya juga meningkat," ujarnya.

Ia mengingatkan pengalaman buruk wisatawan yang dibagikan di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan berdampak terhadap citra pariwisata Korea Selatan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sendiri telah menembus 10 juta orang sebelum akhir paruh pertama 2026 untuk pertama kalinya.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads