Dua Penumpang Adu Mulut Bikin Penerbangan Tegang 10 Jam, Akhirnya Diringkus

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dua Penumpang Adu Mulut Bikin Penerbangan Tegang 10 Jam, Akhirnya Diringkus

Syanti Mustika - detikTravel
Senin, 14 Sep 2026 19:35 WIB
airplane with passengers on seats waiting to take offairplane with passengers on seats waiting to take off
Ilustrasi ( Getty Images/iStockphoto/AwaylGl)
Jakarta -

Penerbangan Virgin Australia berubah mencekam ketika dua orang penumpang ribut. Nggak ada yang kalah atau menang, keduanya diamankan beramai-ramai.

Diberitakan New York Post, Senin (14/9/2026), keributan itu terjadi dalam penerbangan VA7 yang berangkat dari Melbourne menuju Doha. Kedua pria tersebut bahkan tak hanya adu mulut, mereka juga menyerang awak kabin pada Jumat sore lalu.

Berdasarkan keterangan saksi, awak kabin diludahi dan disundul kepalanya. Salah satu pria juga melontarkan ancaman akan menggunakan senjata api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat suasana tak kunjung membaik, para penumpang pun beramai-ramai membantu mengamankan kedua pria itu. Butuh tujuh orang dan pengikat kabel untuk melumpuhkan kedua pria agresif itu.

ADVERTISEMENT

Kedua penumpang itu langsung diserahkan kepada pihak berwenang begitu pesawat mendarat di Doha. Selama sekitar 10 jam penerbangan, suasana di kabin disebut sempat tegang akibat ulah keduanya.

Saat petugas naik ke pesawat setelah mendarat, sejumlah penumpang bahkan menyambutnya dengan tepuk tangan. Mereka juga memberikan apresiasi kepada awak kabin yang tetap tenang dan profesional dalam menangani situasi sepanjang perjalanan.

Dalam keterangannya, Qatar Airways, yang mengoperasikan Virgin Australia membenarkan adanya kejadian itu. Bagi maskapai keamanan dan keselamatan awak kabin dan penumpang tetap menjadi yang utama.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dua penumpang pria terlibat dalam perkelahian fisik di dalam penerbangan VA7 dari Melbourne ke Doha, yang dioperasikan oleh Qatar Airways. Kedua penumpang tersebut dilumpuhkan dan, setibanya di Doha, diserahkan kepada pihak berwenang setempat," kata maskapai.



(sym/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads