Malaysia menyampaikan keprihatinan atas insiden kapal penumpang yang terjadi di Laut Jawa. Pemerintah Malaysia turut menyampaikan solidaritas kepada para korban dan pihak yang terdampak dalam insiden tersebut.
Hal itu disampaikan Charge d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia, Farzamie Sarkawi, dalam momentum perayaan Hari Kebangsaan Malaysia di Hotel St Regis, Jakarta, Selasa (15/9/2026), malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kesempatan ini, dari pihak Kerajaan Malaysia dan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, izinkan saya menyampaikan rasa simpati dan solidaritas kami kepada pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, khususnya keluarga korban atas insiden kapal penumpang yang karam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Kami mendoakan, semoga usaha-usaha penyelamatan yang sedang dilaksanakan, dimudahkan oleh Allah SWT," ujar Farzamie saat membuka sambutannya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut saat itu membawa 243 orang.
Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan 6 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8.
Hubungan Malaysia-Indonesia
Farzamie kemudian menambahkan hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya terjalin melalui kedekatan geografis dan budaya, tetapi juga hubungan persahabatan yang terus diperkuat dari waktu ke waktu. Ia mengatakan momentum perayaan Hari Kebangsaan Malaysia juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kedua negara.
"Merayakan Hari Kebangsaan, tetapi juga meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia," kata Farzamie.
Farzamie menambahkan, kerja sama Indonesia dan Malaysia terus berkembang di berbagai sektor. Beberapa bidang yang menjadi perhatian kedua negara antara lain investasi, pertahanan, energi berkelanjutan, industri halal, seni pertunjukan hingga pariwisata.
Dari sektor pariwisata, Malaysia menjadi salah satu sumber wisatawan mancanegara penting bagi Indonesia. Pada 2025, sekitar 2,6 juta wisatawan Malaysia tercatat berkunjung ke Indonesia, sementara Indonesia menjadi pasar turis penting bagi Malaysia dengan jumlah kunjungan mencapai 4,26 juta.
Selain pariwisata, hubungan ekonomi kedua negara juga terus berkembang. "Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 34,22 miliar, dan Malaysia menjadi investor keempat terbesar di Indonesia, dengan investasi sekitar hingga US$ 4,5 miliar," ujarnya.
Hubungan Indonesia dan Malaysia juga akan memasuki momentum penting pada 2027. Kedua negara akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik.
Farzamie berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat hubungan bilateral, termasuk kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi. "Insyaallah, kita akan terus memperkuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia," tuturnya.
Simak Video "Video Bawah Air Perlihatkan Bangkai KM Virgo yang Tenggelam di Laut Jawa"
[Gambas:Video 20detik] (ddn/ddn)










































