Pamor Kawasan Shibuya, Tokyo, sebagai destinasi favorit di kalangan wisatawan memang tidak perlu diragukan lagi. Tapi, justru karena popularitasnya yang tinggi itu, masalah demi masalah muncul di sana, termasuk soal sampah.
Pemerintah kota pun kembali mengingatkan cara membuang sampah dengan benar. Kini, ada aturan baru soal buang sampah di Shibuya.
Shibuya sudah sejak lama dikenal sebagai kawasan yang dipenuhi toko, restoran, bar, dan klub. Tetapi bagi wisatawan mancanegara, kawasan seperti Harajuku, Ginza, Shinjuku, dan Roppongi sebelumnya lebih sering menjadi pilihan utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Shibuya justru menjadi salah satu destinasi yang banyak diburu wisman. Persimpangan Shibuya Scramble, patung anjing Hachiko, hingga Pokemon Center Shibuya menjadi sejumlah daya tarik yang ramai didatangi wisman.
Dikutip dari Japan Today, Rabu (16/9/2026) untuk mengatasi persoalan sampah, Pemerintah Distrik Shibuya bekerja sama dengan Japan Soft Drink Association meluncurkan kampanye kebersihan pada 1 September. Kampanye itu mengingatkan pengunjung agar menggunakan tempat sampah daur ulang di dekat mesin penjual otomatis sesuai peruntukannya.
Tempat tersebut hanya diperuntukkan bagi wadah minuman kosong seperti botol PET, botol kaca, dan kaleng. Gelas plastik, termasuk botol minuman ringan atau smoothie dari minimarket, tidak boleh dibuang di sana karena bentuknya dapat menyumbat lubang tempat sampah.
Kantong plastik, baterai ponsel, dan puntung rokok juga dilarang masuk ke tempat sampah daur ulang tersebut. Pemerintah Shibuya bahkan mengingatkan bahwa memasukkan puntung rokok atau sampah lain ke dalam botol plastik sebelum membuangnya tetap tidak diperbolehkan.
Pesan tersebut dituangkan dalam poster berbahasa Jepang dan Inggris. Poster dipasang di sejumlah area merokok di Shibuya serta melalui papan informasi di dalam dan sekitar kompleks hiburan Miyashita Park.
Selain poster, video pengingat dalam bahasa Jepang dan Inggris akan diputar di sekitar Stasiun Shibuya. Pemerintah juga berencana menambahkan materi dalam Bahasa China dan Korea agar pesan tersebut lebih mudah dipahami wisman asal dua negara itu.
Kampanye tersebut dilakukan setelah Shibuya mengubah peraturan daerahnya. Aturan baru tersebut mengharuskan penambahan tempat sampah umum dan juga menetapkan denda bagi orang yang membuang sampah sembarangan. Denda itu mulai berlaku pada musim panas tahun ini.
Pemerintah Shibuya berharap langkah tersebut bisa mendorong wisatawan dan masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah. Dengan semakin banyaknya wisman yang datang ke Shibuya, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dinilai penting untuk menjaga kawasan tetap bersih.










































