Ketika China Memilih Jalan yang Berbeda, Tak Takut Sanksi Amerika

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berita Terpopuler detikTravel

Ketika China Memilih Jalan yang Berbeda, Tak Takut Sanksi Amerika

Tim detikTravel - detikTravel
Sabtu, 26 Sep 2026 11:11 WIB
China membangun bandara kargo pertama di Ezhou, Provinsi Hubei, China
Ilustrasi (China News Service via Getty Ima/China News Service)
Jakarta -

Ketika negara lain takut disanksi Amerika Serikat terkait melayani penerbangan dari dan menuju ke Iran, China memilih jalan yang berbeda.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan kecaman kepada negara-negara yang masih tetap melayani penerbangan dari dan menuju ke Iran.

Amerika Serikat mengancam mereka akan kehilangan akses terhadap sistem mata uang dollar AS. Banyak negara yang terpengaruh, tapi ada juga negara yang tetap santai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang agen perjalanan di Teheran, mengatakan kepada AFP bahwa semua penerbangan ke Baghdad, Muscat, Qatar, Georgia, dan Azerbaijan telah ditangguhkan, tetapi rute ke beberapa tujuan lain tetap tersedia, termasuk China.

Bahkan setelah sanksi baru berlaku pada hari Rabu, sebuah penerbangan dari Teheran yang dioperasikan oleh Mahan Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar Iran, mendarat di Guangzhou, China, menurut data pelacakan dari FlightRadar24.

ADVERTISEMENT

China pada hari Selasa mengatakan pihaknya menentang sanksi AS dan menyebutnya ilegal. Penerbangan ke Shanghai juga dijadwalkan berangkat pada hari Rabu, menurut bandara internasional Teheran.

Beberapa penerbangan ke Istanbul juga dijadwalkan, meskipun yang lain telah dibatalkan, kata agen perjalanan kepada AFP.

"Situasinya tidak stabil dan kami tidak lagi menjual tiket untuk sementara waktu karena takut akan pembatalan," kata agen tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.

Penerbangan Mahan dari Kabul juga diperkirakan akan tiba di Teheran sekitar tengah hari. Menurut situs web bandara internasional Teheran, koneksi lain ke Turki dan Armenia juga masih memungkinkan menggunakan maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh.

Penerbangan ke Najaf di Irak dan Dubai di Uni Emirat Arab juga dijadwalkan.

Bessent sudah berjanji untuk menutup akses maskapai penerbangan Iran dan menghukum siapa pun yang berbisnis dengan mereka.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat memberi mereka bahan bakar, Anda tidak dapat memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ia memperingatkan negara-negara lain.

Pembatasan tersebut akan semakin mempersulit kemampuan warga Iran untuk bepergian ke luar negeri atau kembali ke negara mereka. Seperti diketahui, sektor penerbangan Iran telah menjadi target sanksi Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Itulah berita terpopuler detikTravel, Jumat (25/9) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang batu biasa di Turki yang jadi populer gara-gara foto Mohamed Salah hingga dualisme tahta Keraton Solo yang diperkirakan akan berakhir dalam 8 tahun ke depan.

Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Jumat (25/9/2026):

1. Saat Negara Lain Ramai-ramai Tangguhkan Penerbangan Iran, China Beda Sendiri

2. Pengumuman! TMII Gratiskan Tiket Masuk

3. Batu Biasa di Turki Mendadak Ramai Usai Diduduki Mo Salah

4. Masalembo, 'Segitiga Bermuda Nusantara' yang Jadi Lokasi Kecelakaan KM Virgo

5. Rencana Dedi Mulyadi Membongkar Teras Cihampelas, Dimulai dari Lelang

6. Upaya Terakhir Iran Selamatkan Sisa Penerbangan Internasional Sesuai Jadwal

7. Trotoar Jalan Cihampelas Ditertibkan: 84 Bangunan Dibongkar-Hotel Kena

8. Batik Air Bongkar Cara Baru Wisatawan RI Liburan ke Malaysia

9. Jejak Merapi 2010 Terekam di Kerangka Motor Museum Geologi

10. Dualisme Takhta Keraton Solo Diprediksi Berakhir dalam 8 Tahun



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads