Maskapai penerbangan Iran terus membatalkan penerbangan internasionalnya sampai hari Rabu (23/9/2026). Banyak yang terpengaruh, tapi ada juga yang tetap santai.
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan kecaman sekunder kepada negara-negara yang melayani penerbangan Iran. Upaya ini dilakukan untuk memaksa Iran tunduk kepada AS setelah perang yang berlangsung hampir tujuh bulan.
Namun sebenarnya, sektor penerbangan Iran telah menjadi target sanksi selama bertahun-tahun. Sejauh ini masih belum jelas apa dampak penuhnya dan apakah negara lain akan mematuhinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang agen perjalanan di Teheran, Iran mengatakan kepada AFP bahwa semua penerbangan ke Baghdad, Muscat, Qatar, Georgia, dan Azerbaijan telah ditangguhkan, tetapi rute ke beberapa tujuan lain tetap tersedia, termasuk China.
Bahkan setelah sanksi baru berlaku pada hari Rabu, sebuah penerbangan dari Teheran yang dioperasikan oleh Mahan Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar Iran, mendarat di Guangzhou, China, menurut data pelacakan dari FlightRadar24.
China pada hari Selasa mengatakan pihaknya menentang sanksi AS dan menyebutnya ilegal. Penerbangan ke Shanghai juga dijadwalkan berangkat pada hari Rabu, menurut bandara internasional Teheran.
Beberapa penerbangan ke Istanbul juga dijadwalkan, meskipun yang lain telah dibatalkan, kata agen perjalanan kepada AFP.
"Situasinya tidak stabil dan kami tidak lagi menjual tiket untuk sementara waktu karena takut akan pembatalan," kata agen tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.
Penerbangan Mahan dari Kabul juga diperkirakan akan tiba di Teheran sekitar tengah hari. Menurut situs web bandara internasional Teheran, koneksi lain ke Turki dan Armenia juga masih memungkinkan menggunakan maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh.
Penerbangan ke Najaf di Irak dan Dubai di Uni Emirat Arab juga dijadwalkan.
Bessent pada hari Senin berjanji untuk "menutup" maskapai penerbangan Iran dan menghukum siapa pun yang berbisnis dengan mereka.
"Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat memberi mereka bahan bakar, Anda tidak dapat memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ia memperingatkan negara-negara lain.
Pembatasan tersebut akan semakin mempersulit kemampuan warga Iran untuk bepergian ke luar negeri atau kembali ke negara mereka.
Artikel mengenai pembatasan penerbangan Iran ini menjadi artikel terpopuler, Sabtu (27/9/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Nestapa Iran: Disanksi Amerika Serikat, Penerbangan Pesawat Tak Boleh Lewat
- Muncul 'Blue Fire', Kunjungan Wisata ke Gunung Papandayan Dibatasi
- Penampakan Batu Mo Salah di Turki, Pemandangannya Cantik Juga
- Pasar Jambu Dua Didorong Jadi Destinasi Wisata Kekinian di Kota Bogor
- Siasat Staf Hostel di Mandalika Perkosa Turis Inggris, Berawal dari Pesta
- Rencana Dedi Mulyadi Membongkar Teras Cihampelas, Dimulai dari Lelang
- Batu Biasa di Turki Mendadak Ramai Usai Diduduki Mo Salah
- Ratusan Hotel di Bali Dijual Online, Gubernur Koster Bantah Pariwisata Lesu










































