AS Ancam Tutup Maskapai Iran, Penerbangan ke China Ternyata Tetap Jalan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler

AS Ancam Tutup Maskapai Iran, Penerbangan ke China Ternyata Tetap Jalan

Tim detikTravel - detikTravel
Minggu, 27 Sep 2026 08:02 WIB
Passengers get off a Mahan Air flight at the airport in Kabul on September 15 (Karim SAHIB/AFP)
Pesawat maskapai Iran Mahan Air. Foto: Karim SAHIB/AFP
Jakarta -

Maskapai penerbangan Iran terus membatalkan penerbangan internasionalnya sampai hari Rabu (23/9/2026). Banyak yang terpengaruh, tapi ada juga yang tetap santai.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan kecaman sekunder kepada negara-negara yang melayani penerbangan Iran. Upaya ini dilakukan untuk memaksa Iran tunduk kepada AS setelah perang yang berlangsung hampir tujuh bulan.

Namun sebenarnya, sektor penerbangan Iran telah menjadi target sanksi selama bertahun-tahun. Sejauh ini masih belum jelas apa dampak penuhnya dan apakah negara lain akan mematuhinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang agen perjalanan di Teheran, Iran mengatakan kepada AFP bahwa semua penerbangan ke Baghdad, Muscat, Qatar, Georgia, dan Azerbaijan telah ditangguhkan, tetapi rute ke beberapa tujuan lain tetap tersedia, termasuk China.

Bahkan setelah sanksi baru berlaku pada hari Rabu, sebuah penerbangan dari Teheran yang dioperasikan oleh Mahan Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar Iran, mendarat di Guangzhou, China, menurut data pelacakan dari FlightRadar24.

ADVERTISEMENT

China pada hari Selasa mengatakan pihaknya menentang sanksi AS dan menyebutnya ilegal. Penerbangan ke Shanghai juga dijadwalkan berangkat pada hari Rabu, menurut bandara internasional Teheran.

Beberapa penerbangan ke Istanbul juga dijadwalkan, meskipun yang lain telah dibatalkan, kata agen perjalanan kepada AFP.

"Situasinya tidak stabil dan kami tidak lagi menjual tiket untuk sementara waktu karena takut akan pembatalan," kata agen tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.

Penerbangan Mahan dari Kabul juga diperkirakan akan tiba di Teheran sekitar tengah hari. Menurut situs web bandara internasional Teheran, koneksi lain ke Turki dan Armenia juga masih memungkinkan menggunakan maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh.

Penerbangan ke Najaf di Irak dan Dubai di Uni Emirat Arab juga dijadwalkan.

Bessent pada hari Senin berjanji untuk "menutup" maskapai penerbangan Iran dan menghukum siapa pun yang berbisnis dengan mereka.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat memberi mereka bahan bakar, Anda tidak dapat memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ia memperingatkan negara-negara lain.

Pembatasan tersebut akan semakin mempersulit kemampuan warga Iran untuk bepergian ke luar negeri atau kembali ke negara mereka.

Artikel mengenai pembatasan penerbangan Iran ini menjadi artikel terpopuler, Sabtu (27/9/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:



(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads