Okapi Pertama di Asia Tenggara Lahir di Singapura, Warganet Diajak Beri Nama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Okapi Pertama di Asia Tenggara Lahir di Singapura, Warganet Diajak Beri Nama

Femi Diah - detikTravel
Senin, 28 Sep 2026 09:11 WIB
Okapi di Rainforest Wild Adventure, Singapura
Okapi di Rainforest Wild Adventure, Singapura (istimewa)
Singapura -

Kabar menggembirakan datang dari Singapura. Rainforest Wild Adventure menyambut kelahiran seekor anak okapi jantan yang menjadi okapi pertama yang lahir di Asia Tenggara.

Anak okapi itu lahir pada 27 Juli 2026 dari pasangan induk Kisala dan Xandor. Kini usia okapi itu hampir dua bulan dan bobotnya mencapai 48 kilogram, lebih dari dua kali lipat berat lahirnya.

Kisala dan Xandor sendiri merupakan bagian dari program konservasi satwa langka EAZA Ex Situ Programme (EEP), yang mempertemukan satwa-satwa terancam punah untuk mendukung upaya pengembangbiakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kurator Perawatan Satwa Mandai Wildlife Group, Cecilia Tang, mengatakan tim mulai mencurigai Kisala hamil setelah melihat perubahan pada nafsu makan dan kondisi tubuhnya.

"USG pada Juli mengonfirmasi Kisala sedang mengandung. Itu menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi tim kami," kata Cecilia dalam rilis yang diterima detikTravel, Senin (28/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Kisala terbukti menjadi induk yang sangat baik. Anaknya tumbuh sehat dan rata-rata mengalami kenaikan berat badan hampir satu kilogram setiap hari.

"Kami baru membuka akses ke habitat luar ruang, tetapi anak okapi ini masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kami membiarkannya menjelajah dan membangun rasa percaya diri sesuai ritmenya sendiri," kata dia.

Satwa Pemalu yang Suka Bersembunyi

Bagi pengunjung yang berharap langsung melihat bayi okapi tersebut, mungkin perlu sedikit bersabar. Okapi dikenal sebagai satwa yang sangat pemalu. Bahkan sejak lahir, anak okapi memiliki naluri untuk bersembunyi demi menghindari predator.

Berbeda dengan banyak anak mamalia lain yang selalu mengikuti induknya, anak okapi justru menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berdiam diri di tempat tersembunyi. Sang induk hanya datang beberapa kali sehari untuk menyusui.

Untuk mendukung perilaku alami itu, tim perawat satwa membuat ruang khusus yang tenang dan tertutup agar anak okapi dapat beristirahat tanpa gangguan selama masa awal kehidupannya.

Okapi di Rainforest Wild Adventure, SingapuraOkapi di Rainforest Wild Adventure, Singapura (istimewa)

Meski sekilas terlihat seperti perpaduan zebra dan rusa, okapi sebenarnya merupakan kerabat terdekat jerapah yang masih hidup hingga saat ini.

Satwa asli Kongo itu memiliki lidah panjang dan lentur seperti jerapah. Okapi jantan juga memiliki ossicone, yaitu tonjolan menyerupai tanduk di bagian kepala.

Di alam liar, populasi okapi terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat. Karena itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan okapi ke dalam kategori Terancam Punah (Endangered).

Pengunjung Diajak Memilih Nama

Mandai Wildlife Group juga mengajak masyarakat ikut memberi nama untuk bayi okapi tersebut melalui media sosial mereka.
Ada tiga pilihan nama yang disiapkan, yakni:

Imara, yang berarti kuat dalam bahasa Swahili.
Mayaka, yang berarti mutiara dalam bahasa Lingala.
Kiah, yang berarti fajar atau awal yang baru dalam bahasa Swahili.

Pengunjung yang datang ke kawasan Hidden Forest di Rainforest Wild Adventure East berkesempatan melihat Kisala dan anaknya secara langsung. Namun karena sang bayi masih dalam masa adaptasi dan sering bersembunyi, pengelola juga menyediakan tayangan langsung dari dalam kandang melalui fasilitas "baby monitor".

Tak hanya kedatangan bayi okapi, Rainforest Wild Adventure juga akan menghadirkan penghuni baru lainnya. Seekor sitatunga, antelop penghuni rawa asal Afrika, telah bergabung di kawasan Red Ravine.

Sementara itu, dua spesies lemur baru, yakni crowned lemur dan red-bellied lemur, dijadwalkan hadir pada November mendatang. Dengan tambahan tersebut, kawasan Lemur Land nantinya akan memiliki empat spesies lemur berbeda.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads