Banjir parah melanda Bangkok, Thailand, dan berdampak pada sekitar 700.000 orang. Tak hanya warga, kondisi itu juga mengganggu perjalanan wisatawan, terutama akses menuju bandara dan layanan penerbangan.
Wakil Gubernur Bangkok (bidang kesehatan masyarakat, layanan medis, dan manajemen bencana), Tavida Kamolvej, mengatakan Lat Krabang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Sekitar 30.000-40.000 orang terdampak banjir di distrik tersebut.
Banjir juga berdampak pada sekitar 20.000 orang di Bang Kapi dan 30.000-40.000 orang di Khannayao. Sementara itu, sekitar 10.000 warga di permukiman dekat kanal di Laksi, Saphan Sung, dan Suan Luang turut terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Bangkok Post, Selasa (29/9/2026) Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) telah memindahkan sekitar 1.500 warga yang terbaring sakit dari rumah mereka yang terendam ke rumah sakit. Pemerintah Bangkok juga membutuhkan makanan kering dan air minum untuk membantu warga yang terdampak.
"Kami membutuhkan ratusan ribu botol air minum, sekarang juga," kata Tavida.
Dampak banjir juga terasa di sektor perjalanan di Bangkok. Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengimbau wisatawan untuk menyediakan waktu perjalanan lebih banyak karena banjir lokal menyebabkan gangguan di sejumlah ruas jalan menuju bandara, pusat transportasi, dan destinasi wisata.
Kendati terkendala, Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang masih beroperasi. Tetapi gangguan di jalan dan operasional darat membuat wisatawan diminta mengecek kondisi perjalanan dan penerbangan sebelum berangkat.
TAT juga menyarankan wisatawan mempertimbangkan rute atau moda transportasi alternatif. Di Bandara Suvarnabhumi, dampak banjir bahkan menyebabkan penumpukan bagasi.
Sejumlah pekerja bandara kesulitan datang ke tempat kerja sehingga layanan penanganan bagasi terganggu. Kondisi tersebut membuat penumpang harus menunggu lebih lama untuk mengambil bagasi dan menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan.
Kemudian, BMA terus mempercepat proses drainase untuk menurunkan ketinggian air di sejumlah kanal. Wakil Gubernur Bangkok (bidang infrastruktur, jaringan lalu lintas, dan drainase), Wisanu Subsompon, menjelaskan kapasitas drainase dimaksimalkan agar Kanal Saen Saep dan Prawet Burirom dapat menampung lebih banyak limpasan air.
"Tidak akan mudah mengeringkan air di permukiman yang terdampak luapan kanal. Di Lat Krabang yang terendam parah, proses drainase akan memakan waktu sekitar satu minggu," kata Wisanu.










































