Desa Wisata Donguri di Kota Saga, Jepang nasibnya sungguh menyedihkan. Setelah 40 tahun beroperasi kini harus ditutup karena minimnya wisatawan yang datang.
Kawasan ini mempunyai daya tarik aktivitas alam yang bisa dinikmati oleh wisatawan, misalnya berinteraksi dengan hewan dan mencoba aktivitas pertanian.
Desa Dinguri atau Mitsuse Luber Farm Donguri Village berada di kawasan Mitsuse, Kota Saga. Tempat wisata tersebut dibuka pada 1988 dengan konsep rekreasi yang terinspirasi dari kawasan pedesaan di Prancis selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir News On Japan, Senin (28/9/2026) sejak dibuka, Desa Donguri menjadi salah satu tujuan wisata di kawasan Mitsuse. Di sana wisatawan dapat berinteraksi dengan berbagai hewan, termasuk kuda dan kambing, sekaligus mengikuti kegiatan pertanian yang ditawarkan di lokasi.
Konsep wisata tersebut membuat Desa Donguri sempat ramai dikunjungi. Badan kesejahteraan sosial yang mengelola tempat itu mencatat jumlah pengunjung pernah mencapai sekitar 500 ribu orang per tahun pada masa awal operasional.
Desa Wisata Donguri di Kota Saga, Jepang. (Japan Location Base) |
Namun, jumlah pengunjung kemudian terus menurun. Dalam beberapa waktu terakhir, Desa Donguri bahkan hanya dibuka pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
Selain penurunan jumlah pengunjung, kondisi fasilitas yang semakin menua turut menjadi pertimbangan pengelola. Kombinasi kedua masalah tersebut akhirnya mendorong rencana penutupan Desa Donguri paling cepat pada musim gugur 2027.
Rencana penutupan itu telah disampaikan kepada asosiasi warga setempat pada awal Agustus lalu. Meski demikian, pengelola belum menentukan akan digunakan untuk apa lokasi tersebut setelah Desa Donguri resmi berhenti beroperasi.
Baca juga: Jepang Panen Cuan dari 'Ziarah Anime' |
Kabar tersebut membuat seorang pengunjung yang pernah mendatangi Desa Donguri saat masih berstatus mahasiswa ingin kembali. Ia pun mengubah rencananya agar dapat berkunjung lagi sebelum tempat wisata tersebut ditutup.
"Sangat disayangkan. Rasanya sepi membayangkan tempat di mana orang bisa berinteraksi seperti ini akan menghilang," ujar pengunjung tersebut.











































