Target kunjungan wisatawan ke Thailand tengah 'digoyang' oleh banjir yang melanda Bangkok. Jadi perhatian negara tersebut karena menjelang Golden Week China.
China merupakan salah satu penyumbang wisatawan terbanyak yang berkunjung ke Thailand. Dan saat ini, jumlah wisatawan China sebenarnya sedang menunjukkan tren positif.
Dalam sepekan hingga Sabtu (26/9/2026) kunjungan wisatawan China ke Thailand melonjak 42,62% dibandingkan pekan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Thai Examiner, Rabu (30/9/2026) tapi momentum itu bersamaan dengan Bangkok yang tengah dilanda banjir. Dan pemberitaan terkait itu telah menyebar di berbagai medium, sehingga situasi itu menjadi kekhawatiran bagi Pemerintah Thailand.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Panjaroenworakul, menyebut Thailand menerima 22.666.429 wisatawan mancanegara pada 1 Januari-26 September 2026. Angka tersebut turun 3,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan penerimaan pariwisata mencapai sekitar 1,105 triliun baht (Rp 592 triliun).
China masih menjadi sumber wisatawan terbesar dengan 3.822.928 kunjungan. Setelahnya ada Malaysia dengan 2.891.908 wisatawan, India 1.680.725, Rusia 1.249.801, dan Korea Selatan 831.716 wisatawan.
Secara mingguan, kondisi pariwisata Thailand sebenarnya membaik. Pada 20-26 September, tercatat 482.751 wisatawan asing datang, naik 4% atau bertambah 18.551 orang dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata ada 68.964 wisman yang masuk Thailand setiap hari.
China menjadi pasar dengan pertumbuhan paling mencolok. Thailand menerima 94.343 wisatawan China dalam periode tersebut, disusul Malaysia 60.254, India 40.284, Jepang 24.853, dan Taiwan 24.135. Selain China, kunjungan wisatawan Taiwan naik 33,25% dan India meningkat 17%.
Sementara itu, kunjungan dari Malaysia turun 13% dan Jepang merosot 18,5% dibandingkan pekan sebelumnya. Kunjungan wisatawan Korea Selatan juga meningkat 32,73% berkat momentum libur Chuseok.
Pemerintah Thailand menyebut sejumlah pasar jarak jauh mengalami perlambatan karena wisatawan menunda perjalanan hingga musim ramai Oktober. Thailand sebelumnya memperkirakan kunjungan akan kembali meningkat seiring libur Golden Week China, Korea Selatan, dan Hong Kong.
Namun, banjir Bangkok membuat prospek tersebut menghadapi tantangan baru. Gubernur Tourism Authority of Thailand (TAT), Thapanee Kiatphaibool, mencermati dampaknya terhadap pasar China karena kondisi banjir mendapat perhatian luas di media sosial negara tersebut.
Meski banjir menimbulkan ketidakpastian, sejauh ini belum ada tanda-tanda pembatalan perjalanan secara besar-besaran dan sebagian besar destinasi wisata Thailand tetap beroperasi normal. Pemerintah Thailand kini berharap momentum Golden Week China tetap mampu mendorong kunjungan pada kuartal terakhir, sekaligus membantu Thailand mengejar capaian pariwisatanya di tahun ini.










































