Industri kuliner di Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Wisatawan pun makin berburu kuliner saat liburan.
Industri makanan, minuman dan hospitality Indonesia menembus angka 29 miliar dolar AS pada tahun 2024, menjadikan pasar food service sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), sekaligus melampaui capaian sebelum pandemi.
Dalam laporan Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025, pertumbuhan industri food service ditopang oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta berkembangnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital yang semakin memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor hospitality bahkan diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030 seiring meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas.
Sektor kuliner pun menjadi salah satu fokus pemerintah dalam program unggulan untuk menarik wisatawan. Berdasarkan data dari BPS, 58% dari mereka melancong ke Indonesia buat kulineran.
"Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk menghadirkan wisata gastronomi sebagai salah satu program unggulan kami," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini seperti dikutip Antara, Selasa (29/9/2026).
Seiring kemajuan industri kuliner, banyak pameran pun digelar di Indonesia. Salah satunya adalah MoreFood Expo 2027, pameran industri makanan dan minuman yang akan digelar pada 8-11 April 2027 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.
Pameran ini telah mencatatkan lebih dari 200 exhibitor lokal dan internasional yang akan berpartisipasi enam bulan sebelum pintu pameran dibuka. Peluncuran ini bertepatan dengan momentum positif sektor F&B nasional.
Kementerian Perindustrian mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,49% pada kuartal III 2025, melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (5,58%) dan ekonomi nasional (5,04%), sekaligus menjadi penyumbang terbesar PDB manufaktur.
Pada edisi 2027, MoreFood melakukan re-fokus agar lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha. Pameran dibagi ke dalam zona-zona khusus berdasarkan kategori industri, sehingga pengunjung profesional dapat langsung menemukan pemasok yang relevan.
"Pameran hari ini dinilai dari berapa banyak percakapan bisnis yang benar-benar berlanjut setelah acara selesai. Karena itu kami membangun MoreFood 2027 yang lebih terarah, bukan sekadar lalu lintas pengunjung. Exhibitor datang untuk bertemu pembeli yang tepat, dan pembeli datang karena tahu apa yang ingin mereka cari," ucap Carrie Wang, GM PT Huamo Exhibition Indonesia.
Dini Zainuddin, Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) menyebut pameran ini penting karena pengusaha setiap hari dituntut menjaga kualitas, efisiensi, dan konsistensi produk dalam volume besar
"Pameran penting karena pengusaha jasa boga bisa melihat langsung bahan baku, peralatan, dan teknologi baru, lalu berdiskusi dengan pemasoknya di tempat yang sama," kata dia.
Pameran ini akan menghadirkan pelaku industri dari Indonesia, China, Thailand, India, dan sejumlah negara lainnya. Melalui pameran, business matching, dan Industry Summit, para pelaku usaha dapat membaca tren industri, menemukan teknologi terbaru, serta membuka kemitraan yang berdampak pada pertumbuhan bisnis.










































