Kecaman AS terhadap penerbangan Iran masih terus berlanjut. Turki akan membatalkan semua penerbangan dari dan ke Iran pada awal Oktober.
Turki tetap menjadi salah satu dari sedikit destinasi regional yang masih dilayani oleh maskapai penerbangan Iran. Usai pernyataan Amerika Serikat tersebut, Azerbaijan, Georgia, Irak, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) mencabut izin penerbangan Iran di bandara-bandara mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan penerbangan Iran mengonformasi pada Turkiye Today Selasa (30/9/2027), bahwa pembatalan penerbangan di Turki akan segera terjadi. Pihak berwenang Turki belum mengumumkan keputusan tersebut.
Maskapai swasta Iran, Mahan Air, berhenti melayani Turki atas permintaan pihak berwenang Turki, tetapi penerbangan antara kedua negara terus berlanjut beberapa kali sehari melalui Iran Air dan maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil, menurut situs web bandara Teheran dan Istanbul, seperti yang dilaporkan oleh Agence France-Presse (AFP).
Kantor Berita Tasnim Iran baru-baru ini melaporkan, mengutip juru bicara penerbangan sipil, bahwa penerbangan Istanbul akan beroperasi sesuai jadwal.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengonfirmasi hal itu. Ia mengatakan bahwa pada hari Sabtu (26/9/2026) Turki dan Oman telah menghentikan penerbangan Mahan Air, sementara UEA telah menghentikan semua penerbangan maskapai Iran.
Turki juga baru-baru ini mencabut izin Bank Mellat Iran.
Washington mengumumkan akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan global mana pun yang berbisnis dengan maskapai penerbangan Iran setelah 23 September, dengan tujuan untuk menghentikan seluruh armada sipil Iran di seluruh dunia.
Bessent mengatakan langkah tersebut akan menghentikan operasi maskapai penerbangan Iran di seluruh dunia.
Irak telah menghentikan penerbangan Iran di keempat bandara tempat mereka beroperasi dan sedang mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington untuk meminta pengecualian atas dasar kemanusiaan. Turkmenistan juga memundurkan penerbangan Teheran-Dushanbe dengan menolak akses maskapai penerbangan Iran ke wilayah udaranya.
Maskapai penerbangan Iran masih terbang ke Tiongkok, Rusia, Afghanistan, Armenia, Belarus, Malaysia, Pakistan, dan Tajikistan.
Sekretaris Dewan Mohsen Rezaei telah memperingatkan Rabu lalu bahwa negara-negara yang mencegah pesawat Iran beroperasi akan mendapati bandara mereka sendiri tidak dapat mengoperasikan penerbangan ke Iran.
"Perjalanan udara di kawasan ini tersedia untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," tulis Mohammad Mokhber, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, di X pada hari Jumat.










































