Agen Perjalanan Tipu Turis China di Labuan Bajo, Ternyata Bukan Kasus Pertama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Agen Perjalanan Tipu Turis China di Labuan Bajo, Ternyata Bukan Kasus Pertama

Ambrosius Ardin - detikTravel
Jumat, 02 Okt 2026 10:30 WIB
Turis Italia yang diduga menjadi korban penipuan travel agen di Labuan Bajo membuat laporan ke Polres Manggarai Barat, Rabu (12/8/2026) malam (Ambrosius Ardin)
Agen perjalanan yang pernah tipu turis Italia di Labuan Bajo kini tipu turis China (Ambrosius Ardin)
Labuan Bajo -

Tiga wisatawan asal China melaporkan pemilik agen perjalanan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas dugaan penipuan paket wisata. Mereka sudah membayar lunas paket liveaboard ke Taman Nasional Komodo, tetapi perjalanan yang dijanjikan tak kunjung terlaksana.

Pemilik agen perjalanan tersebut adalah Kristoforus Aman alias Itok Aman (32). Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat Iptu I Komang Agus Budiawan mengatakan tiga wisatawan China menjadi korban dalam kasus tersebut.

"Korban ada tiga dari China," kata Komang, Kamis (1/10/2026) malam, dilansir detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga wisatawan itu masing-masing bernama Liu Guoyu, Zhou Yuzhu, dan Li Jiaxin. Mereka melaporkan Itok Aman ke Polres Manggarai Barat pada Kamis.

ADVERTISEMENT

Dugaan penipuan bermula ketika ketiga wisatawan tersebut memesan paket wisata liveaboard selama 2 hari 1 malam di Taman Nasional Komodo.

Pemesanan dilakukan secara online. Itok Aman disebut memperkenalkan dirinya sebagai operator perjalanan bernama Tour & Travel Digital.

Untuk paket tersebut, ketiganya harus membayar Rp 7.650.000. Pembayaran dilakukan secara bertahap.

Mereka membayar uang muka sebesar Rp 2 juta pada 3 September, kemudian membayar Rp 1,95 juta pada 27 September. Sisanya, sebesar Rp 3,7 juta, dibayarkan pada 29 September.

Masalah muncul setelah pembayaran terakhir dilakukan. Itok Aman disebut tiba-tiba tidak bisa dihubungi dan berhenti membalas pesan.

Padahal, ketiga wisatawan tersebut sudah tiba di Labuan Bajo untuk mengikuti perjalanan yang mereka pesan.

"Setelah menerima pembayaran penuh, operator perjalanan menghentikan semua komunikasi dan berhenti membalas pesan serta gagal menyediakan layanan liveaboard yang telah disepakati," kata Komang.

Akibatnya, ketiganya gagal berangkat ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal yang sebelumnya mereka pesan melalui agen tersebut.

Itok Aman Masih Berstatus Buronan

Kasus dugaan penipuan terhadap tiga wisatawan China ini ternyata bukan perkara pertama yang menjerat Itok Aman. Sebelumnya, dia juga dilaporkan dalam kasus dugaan penipuan terhadap tiga turis asal Italia dengan total kerugian mencapai Rp 79,8 juta.

Laporan tersebut dibuat di Polres Manggarai Barat pada 12 Agustus 2026. Hingga kini, Itok Aman belum ditangkap dan masih berstatus buronan.

Dugaan penipuan terhadap tiga wisatawan China terjadi pada September 2026, ketika Itok Aman masih dalam status buronan tersebut.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads