Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengomentari insiden pesawat Flydubai yang nyaris dibajak dan dijatuhkan di wilayah Israel.
Trump mengatakan dia mendapat informasi pembajakan pesawat FlyDubai itu langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu bercerita ke Trump mengenai insiden mencekam tersebut.
Trump mengatakan dirinya berbicara panjang dengan Netanyahu setelah pesawat Flydubai mengalami keadaan darurat pada Rabu (30/9). Menurut Trump, kopilot yang diduga menyerang pilot kemungkinan merupakan teroris atau orang yang bertindak tidak rasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ini adalah kisah yang luar biasa," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Anadolu Agency.
"Saya memang berbicara panjang lebar dengan Netanyahu tentang kejadian ini. Tampaknya kopilot itu mungkin seorang teroris, atau mungkin orang gila, dan dia menikam pilotnya," ujar Trump.
Pesawat FlyDubai itu akhirnya dialihkan dan mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi. Para penumpang kemudian dibawa kembali ke Israel menggunakan pesawat pengganti.
Trump juga menceritakan kembali kisah seorang penumpang Israel di penerbangan itu yang disebut berprofesi sebagai tukang ledeng. Menurut Trump, pria tersebut tidak memiliki pengalaman menerbangkan pesawat, tetapi masuk ke kokpit setelah mendengar keributan.
Trump mengatakan penumpang itu kemudian membantu menstabilkan pesawat setelah melihat situasi di dalam kokpit.
"Meskipun belum pernah menerbangkan pesawat, dia mengambil tuas kemudi, mengangkatnya, dan menstabilkan pesawat sebelum jatuh," kata Trump.
Trump mengakui dirinya tidak dapat memastikan kebenaran seluruh rangkaian cerita tersebut.
"Nah, ini cerita yang saya dengar. Saya tidak tahu apakah itu benar, tapi itulah cerita yang saya dapat dari dia," ujar Trump merujuk pada Netanyahu.
Menurut Trump, Netanyahu juga mengatakan penumpang tersebut mengetahui apa yang harus dilakukan karena sering menonton program televisi Air Disasters.
"Ketika ditanya mengapa dia melakukan itu, dia berkata, 'Dia menonton acara Air Disasters,'" kata Trump.
Trump kemudian menyebut program tersebut sebagai "acara paling gila" dan mengatakan penumpang itu belajar tentang cara menerbangkan pesawat dari tayangan tersebut.
Maskapai Flydubai sendiri menyatakan bahwa motif di balik pertikaian antara pilot dan kopilot tersebut masih belum diketahui dan sedang menjadi subjek penyelidikan resmi.
--------
Artikel telah tayang di CNN Indonesia.










































