Penerbangan Iran lumpuh, tak ada negara yang berani untuk melawan ancaman Amerika Serikat. Iran sampai memohon negara tetangga untuk cabut pembatasan udara.
Iran menyerukan agar pembatasan penerbangan ke Irak segera dicabut pada Kamis (1/10). Iran memohon agar perjalanan udara mereka kembali beroperasi normal, seperti dikutip dari Anadolu Agency pada Jumat (2/10/2026).
Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Irak agar mengambil keputusan yang tepat dengan mencabut pembatasan tersebut dan memulihkan operasional normal maskapai penerbangan dari kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian tersebut menuduh AS menggunakan sanksi dan terorisme ekonomi untuk mengganggu perdagangan serta jalur penerbangan Iran dengan negara-negara lain.
Disebutkan pula bahwa pembatasan perjalanan udara Iran-Irak bertentangan dengan kepentingan kedua negara. Pembatasan ini menimbulkan kesulitan serius bagi ratusan ribu penumpang, termasuk peziarah, pasien, pelajar dan pelaku bisnis.
Kementerian itu menyatakan bahwa hubungan Irak dan Iran lebih dari sekadar negara tetangga. Jalinan antar kedua negara berakar pada ikatan sejarah, agama, budaya, dan hubungan antarwarga yang mendalam.
Sementara itu, jalur transportasi sebaiknya dikelola melalui pendekatan yang independen, bertanggung jawab, dan berorientasi ke masa depan berdasarkan kepentingan bersama.
Pernyataan ini muncul di tengah sanksi AS yang telah lama diberlakukan terhadap Iran, termasuk langkah-langkah yang berdampak pada sektor penerbangan dan transaksi yang melibatkan entitas Iran.
Washington menyatakan bahwa sanksi tersebut bertujuan membatasi pendapatan dan sumber daya yang tersedia bagi pemerintah Iran, sementara Teheran berpendapat bahwa sanksi itu mengganggu kegiatan ekonomi dan jalur transportasi yang wajar.










































