Kasihan... Anak Bekantan Ditemukan Sendirian, Terpisah dari Induk Saat Karhutla

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kasihan... Anak Bekantan Ditemukan Sendirian, Terpisah dari Induk Saat Karhutla

Sigit Pamungkas - detikTravel
Sabtu, 03 Okt 2026 10:09 WIB
Anak bekantan terpisah dari induk dan kelompoknya di tengah karhutla.
Anak bekantan terpisah dari induk dan kelompoknya di tengah karhutla.(Dok. BKSDA Sampit)
Jakarta -

Seekor anak bekantan ditemukan seorang diri saat petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jembatan Sungai Sampit, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Anak satwa dilindungi itu ditemukan pada Kamis (1/10/2026) malam.

BKSDA Pos Sampit menerima laporan keberadaan anak bekantan tersebut sekitar pukul 23.00 WIB, ketika proses pemadaman karhutla masih berlangsung. Laporan disampaikan Damang Bagendang (kepala adat Dayak) bersama Sekretaris Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan anak bekantan itu ditemukan di kawasan yang diketahui menjadi habitat kelompok bekantan. Satwa tersebut diduga terpisah dari induk dan rombongannya saat kebakaran melanda habitat mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malam kemarin, Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00, saya mendapatkan laporan dari Damang Bagendang dan Sekcam Mentaya Hilir Utara bahwa ditemukan satu ekor anak bekantan saat pemadaman kebakaran lahan di sekitaran Jembatan Sungai Sampit," ujar Muriansyah, Jumat (2/10), dilansir detikKalimantan.

ADVERTISEMENT

BKSDA belum langsung mengevakuasi anak bekantan tersebut. Muriansyah berencana mendatangi lokasi pada Jumat sore untuk memeriksa kondisinya sekaligus memastikan apakah induk atau kelompoknya masih berada di sekitar lokasi.

Dia bilang masih ada kemungkinan anak bekantan itu dapat kembali bersama kelompoknya.

Damang Bagendang mengusulkan agar anak bekantan tetap berada di sekitar lokasi penemuan apabila induk atau rombongannya kembali.

"Usulan dari Damang kalau ada induk atau rombongannya kembali ke lokasi, anak bekantan akan ditaruh di tanah dengan harapan diambil induk atau rombongannya," kata dia.

Namun, jika induk dan kelompoknya tidak kunjung kembali, BKSDA akan melakukan evakuasi. Anak bekantan tersebut nantinya dibawa ke Sampit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Tetapi jika induk atau rombongannya tidak datang ke lokasi lagi, anak bekantan tersebut akan saya ambil dan bawa ke Sampit," kata Muriansyah.


Tepian Sungai Sampit memang menjadi salah satu habitat bekantan di Kotim. Berdasarkan informasi dari Damang Bagendang, kelompok bekantan cukup sering terlihat di kawasan tersebut.

"Berdasarkan keterangan Damang, sekitaran tepi Sungai Sampit memang habitat bekantan. Sering terlihat rombongan bekantan," kata dia.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads