10 Besar Destinasi Kopi Terbaik Sejagat, Nggak Ada Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Besar Destinasi Kopi Terbaik Sejagat, Nggak Ada Indonesia

Femi Diah - detikTravel
Sabtu, 03 Okt 2026 18:11 WIB
Rekor kopi di Kolombia
Kolombia saat memecahkan rekor dunia minum kopi. (Istimewa)
Jakarta -

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi dunia. Namun, dalam daftar 10 destinasi kopi terbaik dunia versi 2026 Holafly Coffee Travel Index, Indonesia justru tidak masuk.

Holafly menyusun daftar itu dengan menilai 18 destinasi kopi di dunia berdasarkan lima kategori, yakni sejarah dan asal-usul kopi, jumlah kafe, infrastruktur wisata kopi, harga kopi spesialti, serta permintaan dari wisatawan internasional. Masing-masing kategori memiliki bobot 20 persen.

Eje Cafetero di Kolombia yang berhasil menempati nomor wahid dengan skor 71,4. Kawasan itu memiliki paket lengkap buat pencinta kopi, mulai dari tur ke perkebunan, belajar soal sejarah kopinya, hingga menikmati kopi dengan harga yang masih ramah di kantong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wisatawan juga bisa ikut langsung memanen kopi bersama keluarga petani setempat. Jadi, bukan cuma datang ke kafe, tapi bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana kopi dipetik dari kebun," keterangan dikutip dari Holafly, Sabtu (3/10/2026).

Hamparan hijau perkebunan kopi di kawasan Eje Cafetero, Kolombia, terlihat dari udara.Hamparan hijau perkebunan kopi di kawasan Eje Cafetero, Kolombia, terlihat dari udara. (Getty Images/jorge ivan vasquez cuartas)

ADVERTISEMENT

Secangkir kopi spesialti di kota-kota kawasan ini rata-rata cuma sekitar USD1,50 atau sekitar Rp 27 ribu. Istimewanya lagi, traveler bisa minum kopi sambil berada tak jauh dari tanah tempat biji kopi itu tumbuh.

"Salah satu pengalaman yang bisa dicoba adalah berjalan di tengah hutan berkabut Salento dan mampir ke perkebunan kopi milik keluarga yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun," penjelasan keistimewaan destinasi kopi di Eje Cafetero ditambahkan.

Sementara itu, peringkat kedua ditepati oleh kota di negara Asia Tenggara, Ho Chi Minh City di Vietnam. Kota terbesar di Vietnam itu meraih 66,8 poin, mengungguli sejumlah kota yang lebih dikenal sebagai destinasi kopi, seperti Melbourne dan Roma.

Apartemen tua di Ho Chi Minh City, Vietnam, yang dipenuhi kafe, toko, dan restoran di setiap balkon.Apartemen tua di Ho Chi Minh City, Vietnam, yang dipenuhi kafe, toko, dan restoran di setiap balkon. (Getty Images/HuyNguyenSG)

Menurut Holafly, kekuatan Ho Chi Minh City terletak pada budaya kopinya yang beragam. Wisatawan bisa menemukan kedai kopi sederhana di pinggir jalan hingga kafe spesialti modern.

Harga juga menjadi daya tarik. Secangkir kopi spesialti atau kopi tradisional Vietnam rata-rata hanya sekitar USD 2 atau sekitar Rp 33 ribu.

Vietnam memang merupakan eksportir robusta terbesar di dunia, dengan pangsa sekitar 40 persen dari pasar global. Budaya minum kopi pun menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.

"Salah satu sajian kopi yang paling terkenal adalah ca phe sua da, kopi hitam pekat yang diseduh menggunakan saringan khas Vietnam, dicampur susu kental manis, lalu disajikan dengan es," keterangan Holafly.

Pedagang pasar menjual biji kopi hijau tanpa biji di pasar Shola di Addis Ababa, EthiopiaPedagang pasar menjual biji kopi hijau tanpa biji di pasar Shola di Addis Ababa, Ethiopia (Getty Images/Glen_Pearson)


Addis Ababa berada di posisi ketiga dengan 64,1 poin. Ibu kota Ethiopia tersebut dikenal memiliki hubungan dengan sejarah kopi Arabika dan tradisi upacara minum kopi.

Dalam daftar itu, tidak ada Indonesia. Meski Indonesia tidak masuk 10 besar, negara ini sebenarnya memiliki banyak daerah penghasil kopi dan tradisi kopi yang kuat, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa, Bali, hingga Flores.


Berikut 10 besar destinasi kopi terbaik dunia versi Holafly:

  1. Eje Cafetero, Kolombia - 71,4 poin
  2. Ho Chi Minh City, Vietnam - 66,8 poin
  3. Addis Ababa, Ethiopia - 64,1 poin
  4. Melbourne, Australia - 62,5 poin
  5. Roma, Italia - 58,9 poin
  6. Minas Gerais, Brasil - 57,3 poin
  7. Antigua, Guatemala - 54,2 poin
  8. Havana, Kuba - 52,8 poin
  9. Kigali, Rwanda - 49,1 poin
  10. Sana'a dan Haraz, Yaman - 46,5 poin



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads