Taman Rekreasi Tertua se-ASEAN Tutup gegara Banjir Bangkok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Taman Rekreasi Tertua se-ASEAN Tutup gegara Banjir Bangkok

Bonauli - detikTravel
Minggu, 04 Okt 2026 12:13 WIB
Visitors wear their face masks to help curb the spread of the coronavirus, as they ride the Vortex rollercoaster at the recently reopened Siam Amazing Park in in Bangkok, Thailand, Wednesday, June 17, 2020. Daily life in the capital resumes to norm
Ilustrasi Siam Amazing Park (AP/Sakchai Lalit)
Bangkok -

Banjir yang melanda Bangkok mulai membuat pariwisata Thailand terdampak. Taman hiburan tertua di Asean saja sampai rusak dan harus tutup!

Adalah Siam Amazing Park, taman hiburan dan taman air seluas 48 hektar yang berlokasi di Bangkok. Didirikan pada November 1980, Siam Amazing park mengalami kerusakan parah akibat banjir selama 5 hari, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Dikenal dengan sebutan Laut Bangkok, taman hiburan ini memerlukan renovasi dan akan ditutup selama enam bulan. Pihak manajemen memutuskan untuk menghentikan operasional guna pemeriksaan secara menyeluruh terhadap semua wahana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wuthichai Luangamornlert, Direktur Pelaksana Siam Park City Co. Ltd., mengatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah yang pernah dialami taman tersebut. Bencana ini melampaui dampak banjir tahun 2011, seperti dilaporkan Nation Thailand.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa hanya sekitar 30% dari lokasi tersebut yang terdampak pada tahun 2011, sementara kali ini hampir seluruh area taman terendam air.

"Pihak taman memperkirakan kerugian sekitar Baht 100 juta baht (Rp 53,32 miliar Rupiah) karena hilangnya pendapatan dari masa liburan sekolah bulan September-Oktober serta kegiatan akhir tahun yang telah direncanakan," ujar Wuthichai.

Setelah air banjir benar-benar surut, pihak taman akan melakukan penilaian kerusakan secara menyeluruh untuk mendukung negosiasi dengan lembaga keuangan terkait pendanaan rehabilitasi.

Pemerintah Kota Bangkok menetapkan ibu kota tersebut sebagai daerah terdampak bencana pada 26 September setelah curah hujan mencapai hampir 300 mm (12 inci) dalam waktu 48 jam, yang menyebabkan banjir di jalan-jalan utama.

Banjir ini terjadi saat Thailand bersiap memasuki puncak musim pariwisata, dengan target kunjungan 33 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun.



(bnl/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads