Penampakan Kukis Kolombeng, Kuliner Khas dari Kepulauan Siau

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penampakan Kukis Kolombeng, Kuliner Khas dari Kepulauan Siau

Hari Suroto - detikTravel
Minggu, 04 Okt 2026 18:06 WIB
Kuliner khas Kepulauan Siau
Kukis Kolombeng khas dari Siau (dok. Hari Suroto/Istimewa)
Sitaro -

Pulau Siau punya kuliner khas yang bisa dibawa pulang traveler sebagai oleh-oleh. Namanya Kukis Kolombeng. Seperti apa penampakannya?

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di provinsi Sulawesi Utara dikenal sebagai pulau kecil dengan gunung Karangetang, gunung berapi paling aktif di Indonesia.

Pulau Siau juga terkenal sebagai penghasil buah pala dengan kualitas terbaik di dunia. Traveler yang berkunjung ke Pulau Siau dapat menikmati kuliner tradisional yang jarang dijumpai di tempat lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuliner ini biasanya hanya hadir saat perayaan tertentu seperti syukuran, acara adat, perayaan gereja, atau momen keluarga besar. Namanya Kukis Kolombeng.

Kukis kolombeng bakar sejenis bolu atau chiffon cake tradisional khas Pulau Siau, bukan sekadar kue, tapi kue penuh cerita.

ADVERTISEMENT

Di Pulau Siau, kukis kolombeng bakar bukan kue harian. Karena itu, setiap adonannya selalu dibuat dengan penuh niat baik, kebersamaan, dan rasa syukur.

Bahan utama kukis kolombeng yaitu telur 10 butir, gula pasir 500 gram, tepung terigu 1 kg, susu kental manis 1 kaleng, kayu manis bubuk 1,5 sendok makan (sdm) atau sesuai selera, bumbu spekuk 1,5 sdm, gula batu dilelehkan 4 gelas, SP ½ tube besar, kulit jeruk nipis parut ±1,5 sdm, vanili 1 sdm.

Cara membuat kolombeng yaitu kocok telur, gula pasir, dan SP sampai mengembang, kental berjejak. Masukkan susu kental manis secukupnya, kocok sebentar.

Tuang gula batu cair, masukkan bumbu spekuk, kayu manis, dan kulit jeruk nipis parut. Kocok kembali sampai semua bahan tercampur rata. Tambahkan terigu perlahan, aduk hingga adonan halus.

Panaskan oven, pakai api dari bakaran sabut kelapa atau gonofu. Panaskan cetakan, olesi mentega. Salin adonan ke dalam cetakan, beri kenari di atasnya. Tutup cetakan, jika adonan sudah mengembang beri api di bagian atas oven.

Jika kukis sudah berwarna merah kecoklatan berarti kue sudah matang. Angkat dan siap disajikan. Panggang hingga matang dan harum.

Kukis kolombeng biasa dinikmati hangat bersama secangkir teh atau kopi. Kenari cincang memberikan sensasi rasa renyah (crunchy), gurih dan aroma kacang yang harum saat berpadu dengan kelezatan adonan telur dan gula.

Di Siau, adonan dasar kolombeng sering kali dipadukan dengan kearifan lokal seperti penggunaan gula merah, rempah pala atau fuli pala, dan taburan kenari cincang atau belah di atasnya sebelum dipanggang.

Traveler dapat menjadikan kukis ini sebagai oleh-oleh, karena bukan kukis harian, traveler dapat meminta langsung kepada pelaku kuliner lokal untuk memasak kukis kolombeng bakar.

--------

Artikel ini ditulis Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads