4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Liburan ke Korsel

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Liburan ke Korsel

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Kamis, 23 Jan 2014 10:10 WIB
4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Liburan ke Korsel
(Uyung/detikTravel)
Seoul - Memiliki budaya yang beragam dan menarik, kini Korsel jadi salah satu negara yang banyak dikunjungi turis mancanegara, termasuk Indonesia. Namun sebelum ke sana, ada 4 hal yang sebaiknya Anda ketahui.

Diintip dari Matador Network, Kamis (23/1/2014) inilah 4 hal yang harus Anda ketahui sebelum liburan ke Korsel:

1. Tak semua orang bisa berbahasa Inggris

(Thinkstock)
Bahasa Inggris memang menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Biasanya, bahasa Inggris pulalah yang digunakan wisatawan untuk berkomunikasi dengan penduduk lokal di destinasi wisata.

Namun sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum berbicara bahasa Inggris di Korsel. Masalahnya, hanya sebagian kecil dari penduduk Korsel yang bisa berbahasa Inggris. Ada baiknya pelajari sedikit bahasa lokal.

2. Nama orang Korsel memang sulit diucapkan

(Uyung/detikTravel)
Sama seperti China, nama penduduk Korsel memang sulit diucapkan karena jelas berbeda dengan nama barat. Hanya saja, beberapa penduduk China masih memiliki nama barat untuk memudahkan dikenal orang.

Nah, jika liburan ke Korsel, ada baiknya Anda tidak bertanya nama lain penduduk setempat agar mudah diucapkan. Ini akan membuat kesan buruk kepada Anda atau si penanya karena dianggap tak sopan.

3. Jangan takut untuk menatap

(Ken Yunita/detikTravel)
Ketika berbicara dengan penduduk lokal, mereka memiliki kebiasaan menatap erat mata lawan bicara. Jika ini terjadi, jangan ragu untuk menatap kembali. Pada awalnya memang terasa aneh, tapi lama kelamaan Anda bisa menemukan kehangatan dari penduduk Korsel lewat tatapan.

4. Kenakan pakaian tertutup

(Thinkstock)
Menunjukkan bahu dan dada adalah hal yang tabu di Korsel, terutama untuk wanita. Untuk menghormati budaya setempat, ada baiknya turis tetap mengenakan pakaian tertutup meski sedang musim panas.
Halaman 2 dari 5
Bahasa Inggris memang menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Biasanya, bahasa Inggris pulalah yang digunakan wisatawan untuk berkomunikasi dengan penduduk lokal di destinasi wisata.

Namun sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum berbicara bahasa Inggris di Korsel. Masalahnya, hanya sebagian kecil dari penduduk Korsel yang bisa berbahasa Inggris. Ada baiknya pelajari sedikit bahasa lokal.

Sama seperti China, nama penduduk Korsel memang sulit diucapkan karena jelas berbeda dengan nama barat. Hanya saja, beberapa penduduk China masih memiliki nama barat untuk memudahkan dikenal orang.

Nah, jika liburan ke Korsel, ada baiknya Anda tidak bertanya nama lain penduduk setempat agar mudah diucapkan. Ini akan membuat kesan buruk kepada Anda atau si penanya karena dianggap tak sopan.

Ketika berbicara dengan penduduk lokal, mereka memiliki kebiasaan menatap erat mata lawan bicara. Jika ini terjadi, jangan ragu untuk menatap kembali. Pada awalnya memang terasa aneh, tapi lama kelamaan Anda bisa menemukan kehangatan dari penduduk Korsel lewat tatapan.

Menunjukkan bahu dan dada adalah hal yang tabu di Korsel, terutama untuk wanita. Untuk menghormati budaya setempat, ada baiknya turis tetap mengenakan pakaian tertutup meski sedang musim panas.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads