Nggak Main-main, Ini Cara Furky Syahroni Jaga Stamina untuk Mendaki Gunung

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nggak Main-main, Ini Cara Furky Syahroni Jaga Stamina untuk Mendaki Gunung

Hans Wilhem - detikTravel
Senin, 27 Apr 2026 11:49 WIB
Pendaki perempuan Indonesia Furky Syahroni
Furky Syahroni (dok. pribadi Instagram @furkys)
Jakarta -

Pendaki perempuan Furky Syahroni selalu menyiapkan diri secara serius untuk melakukan pendakian gunung. Dia menjalani latihan fisik secara rutin.

Apalagi, bagi Furky pendakian gunung ketinggian tinggi (high altitude mountaineering) bukan lagi sekadar hobi. Kini mendaki gunung sudah menjadi salah satu cara untuk bisa menjaga badan yang bugar.

Dua hal itu sudah saling terkait satu sama lain. Setiap kali target gunung ditetapkan, dia segera merumuskan strategi persiapan yang komprehensif, mencakup aspek teknis dan non-teknis, termasuk program latihan, penilaian peralatan, dan pengawasan dokumentasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mempersiapkan tubuhnya menghadapi tantangan medan ekstrem, Furky mengikuti program latihan yang ketat. Dia membagi dalam tiga kelompok latihan, yakni

ADVERTISEMENT

1. Kardio ekstra: berlari rutin 3-4 kali seminggu untuk membangun daya tahan jantung dan paru-paru.
2. Latihan beban (weight training): dilakukan 4-5 kali seminggu untuk memperkuat otot penyangga tubuh.
3. Latihan spesifik: menggabungkan simulasi langsung seperti hiking, trail run, hingga climbing.

Rutinitas yang padat ini menegaskan kembali prinsipnya bahwa high altitude mountaineering menuntut persiapan dan keterampilan nyata, bukan sekadar modal nekat.

Furky menjalani latihan itu sebagai kebutuhan. Dia mematok target untuk menyelesaikan ekspedisi besar.

"Mimpi besar saya adalah mendaki seluruh 14 puncak 8.000 meter di dunia. Itu perjalanan panjang, tapi saya ingin menjalaninya satu per satu sambil terus berkembang sebagai manusia juga," kata Furky.

Setelah mendaki gunung bukan lagi hobi, Furky mengalihkan hobi itu menjadi aktivitas yang bisa dilakukan di rumah. Apalagi, dengan jadwal latihan yang padat dan persiapan ekspedisi yang menyita waktu, Furky tidak memiliki banyak waktu luang. Ditambah lagi dia harus mengelola beberapa pekerjaan profesional lainnya.

"Misal pun ada (waktu luang), saya sangat suka menonton film," kata Furky.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads