Banyak traveler langsung rebahan begitu tiba di hotel. Tapi, para pramugari punya kebiasaan berbeda, mereka meluangkan sekitar 90 detik untuk memeriksa kamar sebelum benar-benar beristirahat.
Dikutip dari Travel + Leisure, Minggu (20/9/2026), para awak kabin menyebut kebiasaan pemeriksaan singkat itu sebagai hotel room autopsy. Kebiasaan itu cukup populer di kalangan pramugari dan pramugara yang menghabiskan ratusan malam di hotel setiap tahunnya.
Rutinitas itu hanya memakan waktu sekitar 90 detik. Mereka menyatakan 'ritual' itu dilakukan untuk memastikan kamar hotel aman sebelum digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari memastikan tidak ada orang lain di dalam kamar hingga mengecek jalur evakuasi.
"Ini bukan kebiasaan karena gugup," tulis CabinCrew24, platform daring yang menjadi sumber informasi bagi awak kabin dan profesional penerbangan.
Menurut mereka, kebiasaan itu lahir dari pengalaman bertahun-tahun menginap di berbagai hotel dengan standar keamanan dan aturan keselamatan yang berbeda-beda.
Bahkan, sebagian langkah yang dilakukan awak kabin sejalan dengan rekomendasi keselamatan hotel yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Kebiasaan Pramugari Saat Tiba di Hotel
1. Memeriksa Kondisi Kamar
Langkah pertama yang dilakukan adalah memindai seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada orang lain di dalam kamar.
Biasanya mereka membiarkan pintu tetap terbuka saat melakukan pengecekan awal.
Selain memastikan kamar kosong, mereka juga ingin memastikan proses pembersihan telah selesai dilakukan.
"Saya hanya ingin mengenali ruangan dan memastikan semuanya terlihat sebagaimana mestinya," kata Aura Martinez, pramugari asal New York yang telah bekerja selama 19 tahun.
Menurutnya, pemeriksaan ini tidak perlu dilakukan secara berlebihan dan cukup berlangsung singkat.
2. Mengecek Area yang Jarang Terlihat
Setelah itu, mereka memeriksa sejumlah area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian, seperti kamar mandi, area shower, bathtub, lemari pakaian, hingga bagian belakang tirai.
Pengecekan sederhana ini dilakukan untuk memastikan tidak ada hal mencurigakan sebelum kamar digunakan.
3. Mengetahui Letak Jalur Evakuasi
Awak kabin juga selalu mencari lokasi pintu darurat atau tangga evakuasi terdekat.
Mereka biasanya memeriksa peta evakuasi yang ditempel di belakang pintu kamar untuk mengetahui rute penyelamatan jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
"Dalam situasi darurat, itu bukan waktu yang tepat untuk baru mempelajari denah bangunan," kata Brian Rooney, konsultan perjalanan sekaligus pendiri GetCruiseInfo.com.
Martinez menyarankan tamu hotel mengingat arah keluar kamar, apakah harus berbelok ke kiri atau kanan, serta memperkirakan jarak menuju tangga darurat.
4. Memastikan Kunci Berfungsi
Langkah berikutnya adalah memeriksa seluruh sistem pengunci kamar. Mereka memastikan pintu utama, deadbolt, pengait pengaman, hingga jendela dapat dikunci dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya.
5. Mengecek Telepon Kamar
Meski hampir semua orang membawa ponsel, awak kabin tetap menyarankan tamu hotel memeriksa telepon kamar.
Telepon tersebut bisa menjadi sarana penting untuk menghubungi resepsionis atau layanan darurat apabila ponsel mengalami gangguan.
Rooney juga mengingatkan tamu untuk tidak langsung membuka pintu jika ada seseorang yang mengaku sebagai staf hotel.
"Hubungi resepsionis terlebih dahulu untuk memastikan identitasnya sebelum membuka pintu," ujarnya.
6. Menambah Pengaman di Pintu
Sebagai langkah terakhir, para awak kabin kerap memasang alarm pintu portabel atau ganjal pintu tambahan. Peralatan sederhana itu dapat memberikan peringatan jika ada orang yang mencoba masuk ke kamar.
Menurut Rooney, alat tambahan tersebut bisa memberikan rasa aman, terutama bagi wisatawan yang bepergian sendiri. Namun, alat itu tidak boleh menggantikan fungsi sistem pengunci utama hotel.
Selain itu, Martinez juga menyarankan wisatawan membawa senter kecil saat bepergian. Menurutnya, benda tersebut sering dianggap sepele padahal sangat berguna dalam situasi darurat.
Meski demikian, para ahli menegaskan tujuan pemeriksaan singkat tersebut bukan untuk membuat wisatawan takut bepergian.
"Luangkan satu atau dua menit untuk memeriksa kamar, kunci, dan jalur evakuasi. Setelah itu, nikmati perjalanan Anda," kata Rooney.
Martinez pun menegaskan hal serupa. "Tujuannya adalah bersiap, bukan merasa takut," ujarnya.










































