detiktravel

Terryna Padmi Tunjungsari|50863|SULTRA|35

Benteng Liya Togo dan Legenda Talo-talo

Terryna Padmi Tunjungsari - d'Traveler - Kamis, 03/03/2011 11:00:28 WIB
detikTravel Community -  <p><span style="font-size: large;">Bukti kebesaran Kesultanan Buton bisa terlihat dari puing-puing benteng yang tersebar di Pulau Buton dan kawasan Wakatobi. Salah satunya adalah Benteng Liya Togo di Pulau Wangi-wangi. Terletak di daerah berbukit, benteng ini mengelilingi Desa Togo. Sampai pada saat kami datangi,29 Oktober 2010, desa ini masih terlihat setia pada bentuk arsitektur lama dan terstruktur rapi.&nbsp;</span></p> <p><span style="font-size: medium;"><span>Kompleks intinya sendiri berada di posisi tertinggi. Dengan bentuk gerbang khas buton, atau disebut lawa dalam bahasa buton, dan arsitektur baruga yang sama dengan kompleks di tempat lain. Ada Mesjid Mubarak disisi barat dan baruga, atau semacam balairung, di sisi timur. Di Utara terdapat kompleks pemakamanan. Yang terkenal disini adalah Makam Talo-Talo.</span></span></p> <p><span style="font-size: medium;"><span>Talo-talo adalah seorang pemuda biasa yang memiliki kesaktian mandraguna. Beliau juga dikenal dengan sebutan Malan Sahibu yang artinya kurang lebih sebagai orang yang berkarakter keras dan bila berperang dia akan bertarung sampai titik darah penghabisan serta meluluhlantakan semua lawannya. Menurut legendanya, beliau ini saat mudanya sering berlatih meloncat di Baliura. Batu ini dipercaya sebagai inti atau asal usul Desa Liya Togo. Karena keahliannya meloncat ini, maka pada Kesultanan Buton mengirim beliau untuk menyelesaikan konflik di Batara Muna. Batara adalah konsep negara bagian di jaman pemerintahan Sultan Buton. Talo-talo menyelinap dengan melompati benteng Muna dan berhasil membunuh Raja Muna saat itu. Sebagai hadiah, Talo-talo diberikan daerah Liya Togo sebagai daerah kekuasaannya. Hingga sekarang beliaupun dimakamkan di komplek dalam benteng Liya Togo.</span></span></p> <p><span style="font-size: medium;"><span>Satu lagi legenda yang menarik sehubungan dengan benteng ini adalah Baliura. Bagi siapa yang menyentuh batu ini dipercaya akan kembali ke Togo. Untungnya, saya sempat menyentuh batu secara tidak sengaja. Berarti saya akan bisa kembali datang ke Wakatobi dan menikmati keindahan alam dan keunikan legendanya.&nbsp;</span></span></p> <p>&nbsp;</p>
Punya cerita dan foto pengalaman traveling yang menarik? Share disini yuk!
10 artikel paling menarik setiap bulan, akan mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise keren dari detikTravel!


Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com