1. Tidak mengubur jenazah (Bangli, Bali)
|
(Sastri/detikTravel)
|
Meski tulang-tulang tergeletak di banyak tempat, tak ada bau bangkai tercium. Ini karena Taru Menyan, pohon yang jadi asal-usul nama Trunyan. Konon, akar pohon yang menjalar ke sudut-sudut Kuburan Trunyan menghilangkan bau bangkai pada mayat.
2. Rambu Solo (Toraja, Sulsel)
|
(Nugraha/detikTravel)
|
Dalam upacara Rambu Solo, dibuat boneka kayu yang sengaja dibuat mirip dengan orang yang meninggal. Boneka itu kemudian diletakkan di tebing, dekat si jenazah.
3. Brobosan (Jawa Timur)
|
(jawatimuran.wordpress.com)
|
Mereka melakukan hal ini untuk menghormati mendiang dan mengenang semasa hidup. Mereka mengitari keranda sebanyak 3 kali, sebelum akhirnya dibawa ke liang lahat.
4. Saur Matua (Sumatera Utara)
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Kalau biasanya tangan mendiang diletakkan di depan dada, lain halnya dengan Saur Matua. Khusus ritual ini, tangan mendiang diletakkan di samping badan.
5. Ngaben (Bali)
|
(Gede Suardana/ detikTravel)
|
'Bade' dan 'Lembu' terbuat dari kayu, kertas warna-warni, dan bahan-bahan lainnya. 'Bade' dan 'lembu' ini menjadi tempat jenazah yang nantinya akan dikremasi.
Halaman 7 dari 6












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama