Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Mei 2015 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Bikin Api Unggun di Gunung, Perhatikan 5 Hal Ini!

Faela Shafa
Redaksi Travel
Ilustrasi (Thinkstock)
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Api unggun dan naik gunung adalah hal yang tak bisa dilepaskan. Tapi ada hal-hal penting yang harus diperhatikan jika ingin menyalakan api unggun. Wajib diingat!

Menyalakan api unggun saat naik gunung jadi hal identik yang dilakukan para pendaki. Sayangnya, banyak yang tidak tahu aturan bagaimana menyalakan dan mematikan api unggun.

Padahal, kesalahan ini bisa jadi hal yang fatal bagi gunung tersebut. detikTravel, Kamis (28/5/2015) berbincang dengan Harley Sastha, pendaki gunung sekaligus penulis buku "Mountain Climbing for Everyone". Dalam perbincangan, tersebut 5 hal penting diingat untuk meyalakan api unggun:

1. Hanya ambil batang dan ranting yang sudah jatuh dari pohon

Satu hal yang harus diingat saat membuat api unggun adalah mengenai penggunaan kayu. Hanya boleh menggunakan kayu atau batang yang sudah jatuh dari pohonnya.

Akui saja, banyak dari kamu yang terlalu malas mencari dahan jatuh dan memilih memangkas pohon agar api unggun cepat menyala.

"Kalau menebang pohon yang ada kan lebih parah lagi. Jangan sampai kayak gitu," tutur Harley.

2. Lihat kondisi cuaca

"Lihat cuaca, apa musim kemarau atau musim hujan," kata Harley.

Saat musim kemarau, angin akan lebih kencang berhembus dan membuat bara api mudah terbang. Ditambah, pepohonan dan rumput yang sedang mengering akan sangat mudah terbakar.

Kalau sudah begini, jangan menyalakan api unggun! Kedinginan? Masih bisa pakai jaket tebal, masuk tenda, atau menghangatkan diri di sleeping bag.

3. Nyalakan di tanah keras & buat cincin api

Sebaiknya, sebelum menyalakan api unggun carilah area yang keras dan bebas dari pepohonan yang mudah terbakar. Tujuannya agar api tidak mudah tersebar ke sekeliling.

"Buat cincin api kalau bisa, pakai batu. Agar apinya bertahan di situ saja," kata Harley.

Cincin api bisa menggunakan batu atau pasir. Buatlah melingkar dengan rapat menutup area api unggun.

4. Jangan membakar bahan berbahaya

Mumpung sedang ada api menyala, kenapa tidak membakar sampah saja sekaligus? Eits! Itu adalah pikiran yang sangat salah dan berbahaya.

Karena, kamu dilarang keras membakar bahan-bahan berbahaya. Mulai dari plastik, stereofoam dan sejenisnya.

"Bakar bahan-bahan berbahaya sama saja dengan polusi udara. Kasihan alamnya," lanjut Harley.

5. Harus matikan api unggun dengan sempurna

Terakhir, poin yang sering dilupakan pendaki. Matikan api unggun dengan sempurna. Mungkin saat pagi hari, api sudah padam dan terlihatnya sudah tak ada bara. Padahal, di bawahnya mungkin saja masih ada bara yang menyala.

Satu, itu bisa berbahaya jika terbawa angin ke pohon atau semak-semak yang sedang kering dan menjadi kebakaran hutan. Kedua, itu juga bisa berbahaya bagi hewan yang penasaran. Saat mengais bekas api unggun, bisa saja mereka terluka.

"Matikan api bisa dengan disiram air atau disiram dengan pasir," tutup Harley.

(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Ini Raja Ampat

Selasa, 22 Agu 2017 10:10 WIB

Wayag merupakan salah satu pulau di kawasan Raja Ampat. Kecantikannya bakal bikin kamu betah berlama-lama.