Kemenpar Usung Konsep Pentahelix untuk Promosi Pariwisata Lombok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kemenpar Usung Konsep Pentahelix untuk Promosi Pariwisata Lombok

adv - detikTravel
Minggu, 02 Apr 2017 00:00 WIB
Kemenpar Usung Konsep Pentahelix untuk Promosi Pariwisata Lombok
Jakarta -

Menteri Pariwisata Arief Yahya memiliki satu konsep untuk menyukseskan pariwisata, yakni Pentahelix. Usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Triwulan I tahun 2017 di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (30/3/2017) hingga Jumat (31/3/2017) kemarin, Arief Yahya langsung mengimplementasikan semangat 'Indonesia Incorporated' di semua level. "Rumusnya ABCGM, Academician, Business, Community, Government, dan Media. Lima unsur itu harus kompak, saling support untuk membangun iklim pariwisata yang kondusif," ujarnya saat menjelaskan konsep Pentahelix.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti menerjemahkan konsep Pentahelix melalui persepsi branding dan PR-ing di berbagai daerah, terutama di 10 destinasi prioritas maupun destinasi branding. "Di Lombok, kami adakan Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia dari tanggal 1 hingga 4 April 2017," ujar Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara, Hariyanto di Lombok.

Beberapa pihak turut mendukung program ini. Di antaranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dan STP Bandung, komunitas GenPI Lombok Sumbawa, GenPI Maluku, GenPI Aceh, GenPI Jawa Barat, GenPI Jawa Tengah, GenPI Sumatera Barat, ASITA NTB, DAN perwakilan media nasional. "Sinergi ini biasa kami sebut dengan Pentahelix. Semua kami rangkul untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya dalam mewujudkan target 2017 hingga 2019," tambah Esthy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua unsur pendukung diajak merasakan pesona Lombok, yakni Gili Sudak yang merupakan pulau kecil yang diselimuti pasir putih dan kaya akan terumbu karang juga ikan warna-warni. Mereka juga diajak untuk mengikuti Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia, yakni mempromosikan kekuatan pariwisata pada dunia melalui media sosial. "Indonesia masuk peringkat keenam terbesar di dunia dalam hal pengguna internet dan pengguna terbesarnya adalah anak muda. Jadi ini sangat efektif karena mereka melek teknologi dan sangat terbiasa dengan dunia media sosial," ucapnya.

Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia juga memberikan materi pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi halal, creative strategic for tourist acceleration, eksistensi, peran politeknik pariwisata Lombok sebagai institusi Kemenpar, hingga branding Pesona Indonesia.

(adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads