Pengelola kawasan wisata nasional Nusa Dua, Indonesia Tourism Developmen Corporation (ITDC) akan kembali menggelar acara festival musik blues. Setelah sukses menyelenggarakan Bali Blues Festival pada tahun 2016 lalu, acara ini kembali digelar.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar dari panitia bahwa akan ada beberapa musisi andal yang akan tampil.
Di antaranya Gugun Blues Shelter, Indra Lesmana, The Six Strings, Reuni Krakatau, Bali Cazy Horse, Wayan Balawan, dan Gilang Ramadhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung, sapaan AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pengunjung acara musik di Selatan Bali tahun lalu mencapai 3.000-5.000 orang dan mayoritas wisatawan mancanegara. "Yang hadir selain pengunjung umum, penyelenggara juga sukses mendatangkan para tamu hotel yang jumlahnya mencapai ribuan orang serta komunitas pecinta blues," papar Agung.
Tempat penyelenggaraan Bali Blues Festival 2017 pun menarik yakni di kawasan Pulau Peninsula. Deburan ombak tidak begitu keras dan jauh dari pusat keramaian.
"Kami tentu semua ingin menjadikan Bali ini sebagai magnet musik blues Tanah Air. Kami ingin menjadikan festival ini sebagai ajang blues terbesar. Bali layak punya event terbaik dunia karena Bali adalah pulau terbaik dunia," ucap Agung.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi konser musik yang dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun dan kualitasnya semakin meningkat. "Semakin sering konser berlevel internasional digelar, maka itu akan semakin membuat daerah tersebut juga mendunia," kata Menpar Arief Yahya.
Arief Yahya menambahkan, ekosistem pariwisata di Bali sudah sangat kondusif. Hal inilah yang menyebabkan travelers di TripAdvisor memilih Bali sebagai destinasi wisata terbaik, mengalahkan London, Paris, New York, Milan, Barcelona, dan Tokyo. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama