Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Mei 2017 13:45 WIB

ADVERTORIAL

Patung Lilin Jokowi di Hong Kong Jadi Penarik Wisman ke Indonesia

Advertorial
detikTravel
Jakarta -

Senin (1/5/2017) kemarin, Presiden Joko Widodo bertemu dengan 'kembarannya' di Hong Kong. Patung lilin Presiden Jokowi di Madam Tussauds Museum, Hong Kong adalah kembarannya yang ditemui hari itu.

Keduanya sama-sama mengenakan baju putih lengan panjang, bagian ujung lengannya pun sama-sama ditekuk.

"Saya kira ini bagus untuk promosi pariwisata kita. Setiap bulan nanti diganti background-nya dengan Bali, Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan lainnya. Itu akan menjadi promosi yang bagus buat pariwisata Indonesia," ujar Presiden Jokowi di depan patung lilinnya sendiri.

Pernyataan Presiden Jokowi menjadi momen emas bagi promosi dan penjualan pariwisata Indonesia. Presiden Jokowi memposisikan dirinya sendiri sebagai bintang iklan atau endorser Wonderful Indonesia.

Manajemen Museum Madam Tussauds memilih Presiden Jokowi sebagai salah satu koleksi patungnya melalui survei yang menggabungkan sisi popularitas, tokoh berprestasi, tokoh fenomenal, dan dikagumi oleh masyarakat dunia.

Mendengar pernyataan tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa Indonesia beruntung punya presiden yang mengerti soal marketing. Pasalnya, patung lilin saja diarahkan menjadi alat promosi pariwisata Indonesia pada pengunjung Madam Tussauds Museum.

Arief Yahya mengungkapkan, ada tiga catatan terkait ide Presiden Jokowi dalam mempromosikan destinasi branding di latar patungnya.

Pertama, pergantian latar patung dapat disesuaikan dengan Calender of Events (CoE) di destinasi utama di Indonesia, seperti Tiga Greater yang terdiri Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau atau 10 Bali Baru.

Kedua, latar patung juga bisa menjadi pintu untuk mempromosikan investasi di 10 top destinasi prioritas yang sedang dikembangkan Kemenpar, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maluku Utara.

Ketiga, proses pergantian latar patung diiringi dengan press conference bersama antara Madam Tussauds Museum dan Wonderful Indonesia. "Agar menjadi pusat perhatian publik, dibuat kreatifnya, didesain gimmick-nya, diramaikan di media, dan diviralkan di media sosial," papar Arief Yahya.

Dengan menggunakan media digital, promosi pariwisata Indonesia bisa menjangkau wisatawan dunia dengan lebih cepat, mudah, dan masif. Arief Yahya menambahkan, 70% travelers sudah melakukan search and share dengan media digital juga media sosial.

(adv/adv)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA