Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta punya berbagai strategi andalan demi mempromosikan pariwisatanya. Salah satunya dengan mencari agen promo pariwisata lewat pemilihan Dimas Diajeng.
"Dimas Diajeng merupakan salah satu komponen supporting agent dalam bidang pariwisata yang sekaligus menjadi representasi pemuda-pemudi terbaik Gunungkidul yang inspiratif, cerdas, dan berbudaya," ujar Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Dinas Pariwisata Gunungkidul, Yuni Hartini.
Pemilihan Dimas Diajeng Gunungkidul merupakan agenda dua tahunan yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerja sama dengan Paguyuban Dimas Diajeng Gunungkidul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada beberapa hari lagi. Syaratnya mudah. Asal belum pernah menyandang duta wisata bagi daerah lain dan paham kebudayaan dan pariwisata Gunungkidul silakan ikut. Punya KTP Gunungkidul, belum menikah, usia 17-25 tahun, dan syarat lainnya silakan dipenuhi," jelasnya.
Nantinya, Dimas Diajeng harus mengenalkan potensi wisata Gunungkidul. Misalnya melalui sosialisasi di panggung rakyat, Taman Kuliner Wonosari, dan lewat berbagai kesenian budaya lainnya.
Tahun ini, pemilihan Dimas Diajeng mengusung tema 'Hangudi Karya Murih Rahayuning Bumi Handayani'. Artinya berkarya (dalam seni, budaya, pariwisata) untuk kesejahteraan Gunungkidul.
"Kegiatan ini adalah bentuk rasa kepedulian kami untuk terus berkarya mencari putra-putri terbaik Gunungkidul untuk melanjutkan tugas di tahun yang akan datang," tambahnya.
Menpar Arief Yahya berpesan agar salah satu poin yang dinilai adalah aktivitas para calon Dimas Diajeng di media sosial. Mulai dari Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Pinterest, Google+, Line, dan lainnya.
"Anak muda sekarang harus menarik dan smart di dunia nyata dan hebat di dunia maya. Mereka harus punya followers atau subscribers yang banyak dengan engagement yang tinggi. Kelak kalau terpilih, mereka bisa menjadi endorser pariwisata yang sangat efektif," tegasnya. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru